IMG_20190810_193137-700x375

Wanita Tunawicara Diperkosa Mertua Hingga Hamil

Soppeng Today – Seorang Wanita Tunawicara (Bisu) terpaksa harus mengandung janin dalam kandungannya, yang tidak lain adalah, anak mertuanya sendiri akibat diduga diperkosa

Dihimpun dari beberapa sumber keluarga korban terungkap, DS lelaki paruh baya terduga ini memperlakukan korban RB sebagaimana layak suami istri namun dengan paksa dan diduga telah diperlakukan lebih dari sekali hingga hamil.

Nasib malang menimpa RB (19) warga Desa Wailau Kecamatan Sanana Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara, ini mendapat reaksi keras oleh Komunitas Pro-Demokrasi (KMPD) Kabupaten Kepulauan Sula.

Dalam aksinya, Kordinator Lapangan (Korlap) Bustamin Gai, mendesak kepada penyidik Polres Kepsul untuk segera mempercepat proses penyelidikan, karena menurut dia, sampai saat ini, status kasus belum ada titik terang.

“Kami berharap kepada penyidik Polres Kepsul secepatnya melakukan penyelidikan agar keluarga korban bisa mengetahui siapa sebenarnya yang menjadi pelaku pelecehan seksual terhadap anak Tunawicara ini, “ucapnya Jumat, 9/8/2019.

Raski Soamole yang juga Komunitas Pro-Demokrasi (KMPD) menjelaskan syarat UU sangat jelas bahwa, setiap warga negara Indonesia sama di mata Hukum, akan tetapi kata Raski, kasus yang menimpa Raulia ini sangat diskriminatif,

“Sebenarnya bukti apalagi yang di minta. Kami sudah mendatangkan pakar mulai psikolog hingga dokter, dan semuanya membenarkan bahwa korban di perkosa yang diduga dilakakun oleh mertuanya Daud Sapsuha hingga saat ini tengah hamil, ” jelasnya.

Sementara, KBO Reskrim Ipda Rizal Mohammad, menjelaskan pihaknya sudah bekerja keras untuk bisa menuntaskan kasus ini hanya saja yang masih kendala serta beberapa unsur yang belum terpenuhi seperti, tanggal dan waktu kejadian. jelasnya

“Saat ini Reskrim dan Penyidik selalu berkonsultasi dengan pihak jaksa terkait kelengkapan barang bukti. Jadi kalau kalian mau menanyakan perkembangan kasus langsung saja ke Kasat Reskrim kalau tidak ada kasat bisa langsung ke saya,” Ungkap KBO Reskrim. (RS)