IMG_20210222_193803_copy_700x400

Viral di Medsos, Tuding Pol PP Curi Hp, Pemilik Akun Terancam Dipolisikan

Soppeng Today – Pemilik akun Icchank Mukhtasyam Maulana, membuat geger warga Soppeng dengan viralnya di medsos postingannya yang menuding Satpol PP Kabupaten Soppeng mengambil tanpa ijin harta benda miliknya, alias mencuri hp yang berada didalam rumahnya.

Postingan tersebut berbunyi:
“Tabe maraja sappo meloka makkutana td malam rmh kami digrebek tim covid krn kebetulan kami sedang membuat kolam ikan di samping rumah , satpol ppnya menyisir sampai masuk ke dalam rmh seperti kami ini tersangka tindak pidana dan hp sy jg diambil di dalam rmh oleh satpol pp dgn ciri2 tinggi besar , sy nda tau namanya siapa dan tujuan apa mengambil hp.. keluarga kami 2 org dibawah ke soppeng utk dibina dan td subuh sdh diantar plng tetapi hp sy tdk tau dmna skrg.. sy tanya aparat jawabnya tdk tau.. tolong utk pihak terkait siapa yg bertanggung jawab atas kejadian ini.. sy sdh telpon nomornya sdh tidak aktif.. manengka je hp ta kt ambil di dalam rmh,” tulis Icchank Mukhtasyam Maulana yang mendapat tanggapan lebih dari seribu komentar ini.

Atas postingan tersebut tidak sedikit komentar-komentar miring yang mencederai hati perangkat pemerintah penegak Perda tersebut. Atas postingan tersebut muncullah komentar-komentar kebencian serta hinaan terhadap Pol PP. Pasalnya, postingan tersebut tidak menyebut oknumnya sehingga kesannya adalah seluruh satuan Polisi Pamong Praja yang ada di Soppeng.

Menanggapi persoalan tersebut, Kasi Operasional dan Pengendalian Amryadi, S.Ip mengatakan, Kita sudah memanggil pemilik akun yang memposting tudingan tersebut, saat ditanya katanya ia tidak melihat secara langsung adanya Pol PP yang mengambil hp didalam rumahnya.

“Tapi katanya dia hanya mendapat info dari keluarganya yang katanya melihat itu hp yang diambil oleh Satpol PP. Namun saat disuruh hadirkan itu orang yang melihat langsung, ia berdalih jika orang tersebut sedang berada di Wajo dan saksi tersebut tidak kunjung ada sampai saat ini,” kata Amryadi, Senin, 22/2/2021.

“Sudah tiga kali kita melakukan pemanggilan, dan sudah 3 hari kita menunggu sampai saat ini belum juga menghadirkan orang yang dimaksud tersebut,” ucapnya.

Atas hal ini, Amryadi mengatakan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum

“Saya sudah sampaikan ke pak Kasat (Kasatpol PP) dan Kasat mengatakan akan menempuh jalur Hukum. Namun, sampai saat ini kita masih menunggu saksi yang dimaksud tersebut,” ujarnya

“Kita tidak menuduh, hanya kita curiga saja, jangan sampai saksi tersebut yang mengambil hp atau ada pihak lain dan Pol PP yang jadi tumbal. Itulah makanya perlu saksi itu dihadirkan untuk mengungkap masalah ini biar jelas,” ungkap Amryadi.

Ditanya kronologi munculnya masalah ini, Amryadi menjelaskan, saat operasi penerapan protokol kesehatan covid 19, ada kerumunan warga dan ada warga yang lari dan ada oknum anggota TNI yang masuk rumah warga, lalu oknum anggota TNI tersebut memanggil kita.

“Kita dipanggil jadi ikut masuk juga,” pungkas Amryadi. (AT)