IMG_20210709_100209

UPT Diknas Marioriawa Paksakan Kerumunan di Ruang Sempit, Berpotensi Penyebaran Covid-19?

Soppeng Today – Meski ditengah pandemi Covid-19, UPTD Diknas Marioriawa Soppeng memaksakan berkumpulnya semua PNS yang berjumlah 197 se-kecamatan Marioriawa untuk menghadiri acara Workshop Ensyme Multi Guna pengelolaan sampah yang diadakan di SDN 47 Lamarung Kecamatan Marioriawa Batu-Batu Kabupaten Soppeng, pada Jumat,9/7/2021.

IMG_20210709_094953

Selain memaksakan semua ASN untuk hadir pada acara worshop ini peserta ASN ini juga membayar sebesar 20ribu per 1 orang.

Meski terkesan dipaksakan untuk hadir namun ada sebagian ASN yang menolak untuk hadir dengan alasan ruang pelaksanaan kegiatan tidak memadai yang dapat menjadi sumber penyebaran virus covid-19

Bagaimana tidak, ruang kelas belajar mengajar SDN 47 Lamarung yang seyogianya hanya bekapasitas 20 orang akan ditempatkan sebanyak 98 orang peserta untuk mengikuti worshop tersebut.

IMG_20210709_110253

Worshop ini terbagi 2 angkatan yakni pada angkatan pertama dilaksanakan pada pukul 7.30 pagi dan untuk angkatan ke dua dilaksanakan pada sore harinya.

Total peserta keseluruhan 190 orang yang mencakup ASN se- kecamatan Marioriawa khususnya ASN bidang Pendidikan.

Karean ada PNS yang menolak untuk hadir maka angkatan pertama worshop yang diadakan sejak pagi tadi hanya dihadiri sebanyak 77orang, sedangkan untuk angkatan ke 2 yang akan diadakan pada sore hari nanti akan dihadiri 82 orang

Dari pantauan media ini, kegiatan yang berkerumun diruang sempit ini terkesan tidak ada makna asasmanfaatnya pasalnya, kegiatan ini lebih banyak hanya pidato perkenalan diri oleh nara sumber/pemberi materi oleh Dr Hj. Megawati, S.Pd. M.Pd Dosen Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, sementara worshop mengenai pembuatan Ensyme multiguna tidak terlihat saat awak media ini melakukan liputan langsung di acara ini

IMG-20210709-WA0045_copy_700x450 (1)

Masyarakat sekitar banyak yang menyayangkan aksi kegiatan yang membuat kerumunan ini menurutnya sangat aneh jika masyakat kecil yang melakukan kegiatan akan di uber-uber oleh aparat tapi jika orang tertentu yang melakukan kegiatan yang mengundang kerumunan tidak tersentuh aparat dengan berbagai alasan.

“Tapi kalau kita masyarakat kecil yang melakukan kegiatan alasan apapun tidak ada benarnya,” protes warga yang identitasnya di rahasiakan redaksi.(AT)