IMG_20200402_150233_copy_700x375

Tidak Indahkan Maklumat Kapolri, 6 Pengusaha Warkop Diperiksa

Soppeng Today – Polres Soppeng menindak tegas pengusaha warga kopi maupun warga masyarakat yang tidak mengindahkan maklumat Kapolri dan surat edaran Bupati Soppeng tentang Physical Distancing atau Social Distancing.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Amri, AMd, Kamis (2/4/2020)

Sebelumnya, kata Kasat Reskrim Akp Amri, mengenai maklumat Kapolri dan surat edaran Bupati, kita sudah ingatkan baik melalui lisan maupun tertulis bahkan melalui pengeras suara dijalan jalan, ungkapnya.

Dalam operasi beberapa hari ini, Sat Reskrim Polres Soppeng telah memeriksa enam orang pengelola yang tempat usahanya kerap menjadi tempat ngumpul atau konsentrasi massa

“Kita siang malam operasi dan sudah ada enam orang yang saya periksa kemarin, mereka ini pelaku usaha yang membuat konsentrasi massa. Enam tempat tersebut berada di Kecamatan Lalabata dan Lilirilau dan yang lainnya menyusul akan kita diperiksa,” ucap Kasat.

AKP Amri menjelaskan bahwa Maklumat Kapolri itu bukan disuruh tutup akan tetapi ditertibkan berdasarkan maklumat Kapolri. Bukan melarang pengusaha mencari hidup akan tetapi yang harus dipatuhi itu adalah Social Distacing (Jaga Jarak) ketika ada orang yang datang beli kopi dan lansung dibawa pulang tidak ada masalah.

Perannya pengusaha warung kopi kata AKP Amri, mengingatkan ketika ada orang yang pesan kopi dan duduk ngumpul dia mesti ingatkan “Pak janganki kumpul kumpul disini ini, ada maklumat Kapolri dan surat edaran bupati, beli saja lalu pulang” harusnya seperti itu karena yang dilarang itu ngumpulnya bukan membeli atau menjualnya.

“Tapi yang terjadi sekarang justru malah berkumpul, jika dengan terpaksa, semestinya pengusaha mengatur jarak kursi satu sama lainnya diatas satu meter tapi yang terjadi kursinya saling berdempetan,” ujar kasat.

Kasat Res Amri menegaskan, pengusaha yang melanggar aturan ini akan berdampak pidana dan ia juga telah menyampaikan ke Kepala Dinas Koperindag dan UKM jika pengusaha pengusaha ini sudah ditersangkakan agar Koperindag mencabut ijinnya

“Tadi juga saya sudah kordinasi dengan Koperindag jika sudah ada pengusaha yang jadi tersangka agar ijinnya dicabut,” tegas Kasat.

“Beberapa pengusaha warung kopi lainnya juga kita sudah layangkan undangan klarifikasi,” tutup Amri. (AT)