IMG_20180713_171559-700x400-420x240

Terungkap Sudah Jawaban, Proyek Irigasi 2,3 M Yang Diduga “Bermasalah”

Foto: H. Baharuddin Pemilik CV Graha Jaya, Kontraktor Proyek Saluran Irigasi Lajaroko

Soppeng Today – Seperti diberitakan sebelumnya, Proyek saluran irigasi Lajaroko Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa yang menelan anggaran sebesar 2,3 Milyar melaluii DAK 2018 yang di duga menggunakan batu rapuh pada terbitan siang, Jumat, (13/7/2018)

Kini mendapat jawaban dari pihak kontraktor H. Baharuddin pensiunan PSDA. Menurutnya, proyek tersebut bukan dikerjakan oleh CV Riska, melainkan oleh CV Graha Jaya. Namun  kedua CV tersebut adalah sama dengan miliknya juga.

“CV saya ada dua, CV Graha Jaya milik anak saya, kalau CV Riska punya H. Ros (Istri,red), Ucapnya Jumat Petang (13’7/2018).

Dimintai tanggapannya terkait masalah beberapa kalangan masyarakat yamg menilai bahwa batu pondasi yang akan digunakan pada proyek saluran irigasi tersebut tidak layak pakai, H. Baharuddin mengatakan,

“Kalau memang anu itu pak, saya akan lansir semua itu, dan akan diganti. Secara teknisnya, nanti saya akan bawa ke tambangnya H. Ros, dan nanti dilihat juga disana batu yang mana yang bisa diambil” Ujar H. Baharuddin di kediamanannya

“Dan batu yang ada sekarang itu bisa digunakan ditempat lain untuk penimbunan, asal bukan pondasi” tambahnya

Namun menurutnya lagi, proyek ini belum terlaksana karena masih menunggu petani yang masih menggunakan air irigasi

“Dan untuk kelayakan batu nanti menunggu informasi dari PU secara tekhnisnya”.

H. Baharuddin juga memaparkan bahwa, proyek tersebut anggarannya kurang lebih 2,3 Milyar dengan pekerjaan 800 meter.

Ia juga mengungkapkan, jika saat sekarang ini, petani masih menggunakan saluran irigasi untuk mengalirkan air kedalam persawahan mereka.

“Setelah nantinya petani selesai menggunakan irigasi untuk sawahnya, barulah pekerjaan itu mulai berjalan. (As)

Klik Disini: Soppeng Info – Berita Terkini Seputar Soppeng

Tinggalkan Balasan