IMG_20210303_151119

Telisik Kejanggalan Misteri ASN di Soppeng Yang Bunuh Diri, Ini Curhatan Korban Sebelum Ditemukan Gantung Diri

Soppeng Today – Masih teringat dengan peristiwa kasus bunuh diri ASN Tenaga Medis Lenny Suryana yang terjadi di Caccaleppeng, Kelurahan JennaE, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng pada 10 Oktober 2020 lalu?

Sampai saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan Polres Soppeng yang di tangani Polsek Liliriaja. Pihak berwenang menyebutkan masih kesulitan dalam mengungkap kasus ini karena tidak ada saksi yang melihat korban gantung diri, sehingga masih sebatas dugaan bunuh diri seperti yang di rilis Polres Soppeng

Kini orang tua korban (Nurlina) tiba dari Kalimantan dan menunggu hasil penyelidikan Polisi atas kematian anaknya. Menurut Nurlina, setelah melihat hasil autopsi beberapa bulan lalu yang diperlihatkan oleh penyidik, disitu tertera Gagal nafas dibagian tenggorokan akibat tekanan, patah tulang gondok akibat tekanan benda tumpul. Namun saat dirinya hendak memfoto hasil autopsi tersebut ia tidak di ijinkan oleh penyidik Polsek Liliriau saat itu

“Saya mau foto itu hasil autopsi tapi dilarang sama penyidik. Tapi saya baca disitu tertulis, gagal nafas dibagian tenggorokan akibat tekanan, patah tulang gondok akibat tekanan benda tumpul,” kata Nurlina, Rabu, 3/2/2021.

“Itu saja yang sempat saya baca. Aku gemetar gemetar bacanya, jadi intinya saja yang saya baca, lampiran lampiran tidak,” tambah Nurlina

“Setelah saya baca hasil autopsi disitu saya yakin anak saya bukan bunuh diri, tapi dibunuh, apalagi waktu dimandikan saya sempat melihat ada luka bekas kuku dilehernya,”ungkapnya

“Saya tidak menuduh siapa-siapa karena tidak ada orang yang melihatnya, olehnya itu saya mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH-Cita Keadilan.red) untuk didampingi mendorong Polisi agar kasus kematian anak saya cepat bisa terungkap,” ujar Nurlina.

Lebih jauh Nurlina mengisahkan, sebelum peristiwa tragis menimpa anaknya, dirinya pernah di telpon oleh Lenny Suryana katanya “ambil dulu cucunya karena bapaknya mau datang mengamuk”. Sebelum itu pun Nurlina mengaku anaknya kerapkali mendapat kekerasan fisik yang berujung laporan KDRT pada Polisi

“Bahkan anak saya pernah keguguran akibat dipukul oleh suaminya dan pernah anak saya sampai diseret dijalan dan diusir oleh suaminya” sambung Nurlina

Nurlina menceritakan, anaknya sering curhat padanya jika dirinya sering mendapat perlakuan kekerasan fisik dari suaminya. Namun Lenny tetap bertahan demi mempertahankan rumah tangganya.

Nurlina berharap apa yang dikisahkan pada wartawan ini bisa jadi petunjuk bagi Polisi untuk mengungkap penyebab kematian anaknya, jika nyawanya sengaja dilenyapkan siapa pembunuhnya?. (AT)