Soppeng Krisis Kader?, Atau Petahana Terlalu Tangguh Untuk Dikalahkan?

Opini Oleh, Pemred Soppeng Today

Soppeng Today – Pasca keluarnya rekomendasi dari Partai Golongan Karya (Golkar) kepada pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati H. A. Kaswadi Razak – Luthfi Halide (AKAR-LHD), pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Soppeng sudah bisa dipastikan tidak lebih dari dua pasangan calon.

Saat ini AKAR-LHD telah mengantongi empat SK Rekomendasi dari empat partai politik pemilik kursi di DPRD Soppeng.

Keempat parpol tersebut yaitu Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Kebangkitan Bamgsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan terakhir hari ini Partai Golongan Karya (Golkar).

Sebagaimana diketahui bahwa keempat gabungan partai politik ini memiliki total kursi di DPRD Soppeng sebanyak 19 dengan rincian Partai Nasdem 5 kursi, PKB 1 kursi , PPP 1 kursi dan Golkar 12 kursi atau 63,33 % (enam puluh tiga koma tiga puluh tiga persen).

Sementara masih ada tiga partai politik papan atas yang sampai detik ini belum menentukan sikap politiknya. Ada partai pemenang pemilu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) besutan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dengan raihan 5 kursi di DPRD Soppeng.

Kemudian Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) besutan Prabowo Subianto, 3 kursi dan Partai Demokrat besutan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan perolehan 3 kursi. Gabungan ketiga parpol ini memiliki 11 kursi atau 36, 67 persen.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh penulis, sampai saat ini belum ada satupun baliho dari calon lain yang berdiri kokoh. Sepertinya calon penantang petahana harus lebih berhitung sebelum ‘mengangkat kepala’.

Semua masih terkesan ‘Ragu-Ragu’ menyatakan sikap. Meski pilkada serentak tinggal enam bulan lagi (September 2020), namun suhu politik di Kota Kalong masih terhitung adem ayem. Hampir tidak ada diskusi “Warung Kopi” terkait konstalasi politik terkini.

Apakah Kabupaten Soppeng saat ini mengalami krisis kader ? Atau petahana masih terlalu tangguh untuk dijadikan lawan tanding?

Layak ditunggu perkembangan politik selanjutnya. Apakah Petahana dapat lawan sepadan atau partai politik ‘main aman’ dan menjadikan Pilkada Soppeng sebagai catatan sejarah, pilkada tanpa lawan (lawan kotak kosong). Entahlah. (Red)