IMG-20180713-WA0029-700x400-350x200

Proyek Saluran Irigasi Anggaran 2,3 Milyar, Diduga Gunakan Batu Rapuh

Soppeng Today – Proyek pekerjaan saluran irigasi di Lajaroko Kelurahan Manorang Salo Kecamatan Marioriawa, Batu- Batu Soppeng, diduga gunakan batu rapuh.

Soppeng Info Foto: Batu Rapuh
Proyek Saluran Irigasi Lajaroko Dengan Anggaran DAK 2018 Sebesar 2,3 Miliyar, Gunakan Batu Pondasi Begini

Batu tersebut tepapar disepanjang jalan di Lajaroko berbatasan dengan Desa Bulu’e yang rencana nantinya akan digunakan untuk pembangunan saluran irigasi. Hal tersebut terlihat dengan adanya papan proyek yang terpajang dengan anggaran senilai 2,3 Milyar yang diketahui dikerja oleh PT. Riska.

Soppeng Info, Berita Terkini Seputar Soppeng

Terkait dengan dugaan batu rapuh yang akan digunakan oleh kontraktor tersebut, Kepala Dinas PU Kabupaten Soppeng Ir H. Abdillah Bausab mengatakan,

“Pekerjaan tersebut menggunakan dana DAK 2018, namun saya belum hafal persis nilai anggarannya berapa, PPTKnya yang lebih tahu,”kata Kadis PU pada Soppeng Today, Jumat, (13/7/2018) sambil mengarahkan wartawan untuk menghubungi PPTKnya

Ditanya terkait batu yang digunakan diduga tidak layak untuk pondasi saluran Irigasi, ia menyebutkan, jika belum tahu kondisi real lapangan

“Saya belum tahu, saya belum sempat turun kebawah lihat itu (Lokasi,red) tambahnya.

PPTK yang dimaksud oleh Kadis PU sedang berada diluar Kota Soppeng, dihubungi Soppeng Today via seluler ponsel miliknya tidak aktif hingga berita ini diturunkan.

Camat Marioriawa A. Muh. Rasidi pada Soppeng Today membenarkan jika proyek pekerjaan saluran irigasi tersebut berada diwilayahnya,

“Proyek saluran irigasi keberadaannya di Lajaroko, Kelurahan Manorang Salo berbatasan dengan Desa Bulu e,” ujar Camat Marioriawa

A. Rasidi juga mengungkapkan jika permasalan tersebut sudah disampaikam pada bagian tekhnis namum akumya sampai sekarang belum ada informasi lebih lanjut.

“Itu kemarin ada acara Sosialisasi di Kabupaten, saya ketemu orangnya PU dan saya sampaikan,” ungkap A. Rasidi

Namun Camat akui jika, sampai saat ini belum bisa bebuat apa-apa, pasalnya, batu tersebut belum dipasang. Namun, dirinya juga mengakui jika sudah dipasang lalu dipermasalahkan lagi akhirnya, juga akan mengakibatkan kerugian Negara jika dibongkar lagi.

“Kalau menurut saya, diadakan riset dulu apakah batu tersebut layak pakai atau tidak” Tutup Camat Marioriawa tersebut.

Pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut pada siang tadi, Jumat, (13/7/2018) saat hendak dikonfirmasi tidak berada berada ditempat rumah kediamannya terlihat kosong dan pagar tertutup. (As)

Baca Juga:
Alhamdulillah, Soppeng Keciprat DBH-CHT 4,2 Milyar
Nelayan Batu-Batu Mati Tenggelam, Seandai Tidak Begini Mungkin Belum Meninggal
Setelah Perempuan Warga Lapajung, Tertangkap Lagi 5 Pelaku Judi
Berjudi On Line, Perempuan Warga Lapajung Ini Ditangkap Polisi

Tinggalkan Balasan