IMG_20180614_161301-700x400-420x240

Soppeng, “Darurat Takbir”

SoppengToday – Bebarapa Masyarakat dan Kalangan Tokoh Agama di Kabupaten Soppeng menyanyangkan adanya ( Darurat Takbir ) larangan Takbiran kelilinh oleh pemerintah Propinsi Sulsel.

Hal pelarangan Takbir di kritisi oleh salah seorang pegawai Kementerian Agama Propinsi Sulsel yang juga adalah imam Masjid Lawo H. Ma’ruf, S.Pd.I, M.Pd.I

“Saya sangat menyangkan adanya larangan takbiran tersebut dari pemerintah Propinsi, melaksanakan Takbir menurut saya, sangat besar manfaatnya, disamping meningkatkan keimanan juga mempererat Ukhuwah Islamiya” Ucap H Ma’ruf Kamis, (14/6/2018)

“Kalaupun dengan alasan keamanan kenapa konser-konser music tidak dilarang, justru pemerintah Propinsi memberikan ijin bahkan terkadang menjadi pelaksana. Padahal, Takbiran ini, hanya dilakukan paling hanya dua kali setahun” tambahnya

Menurutnya, Pemerintah Propinsi melanggar Pasal 28E ayat (1) Undang-Undang Dasar Tahun 1945 (“UUD 1945”) yang berbunyi “Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya,”. Tandasnya

Dan kebebasan berekspresi yang termaktub jelas dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 amandemen keempat. Tutupnya.

Menanggapi permasalahan ini, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, DR H. Husaimah Rauf. M. Ag mengatakan bahwa, berapa hari yang lalu, kami mengadakan rapat di kantor Bupati, bersama pemerintah daerah membahas sola itu.

“Terkait larangan tersebut, memang juga disadari adanya kerawanan-kerawanan apalagi di tahun politik ini” ungkapnya

“Akan tetapi terbukti juga tahun lalu tidak ada juga masalah-masalah yang muncul sehingga pak wakil tetap konsisten melaksanakan itu. Itiulah hasil keputusan rapat” lanjutnya.

Dirinya mengimbau agar dalam pelaksanaan takbir keliling yang akan dilakukan di kecamatan masing-masing agar berjalan dengan baik dan meminimalisir kerawanan-kerawanan, sehingga, apa yang menjadi alasan Gubernur hingga munculnya himbauan larangan dapat kita buktikan bahwa Soppeng aman.

“Dan saya juga mengimbau agar pelaksaan Takbiran ini betul-betul murni siar Agama dalam penyambutan lebaran” harapnya

Menyikapi persoalan dugaan Soppeng Darurat Takbir, Kapolres Soppeng AKBP Dedi Dewantho mengatakan,

“Memang dari Gubernur ada surat edarannya dan dari Kapolda juga ada surat perintahnya (Larangan takbir keliling.red). Kata AKBP Dedi, Kamis sore, (14/6/2018)

“Namun untuk di Soppeng jadi atau tidak jadi Takbir keliling, tetap saya akan amankan”

“Saya dan pak Dandim sudah sepakat kalau memang jadi diadakan takbir keliling kami tetap menjaga keamannya” tegas mantan Karo Pers Polda Gorontalo AKBP Dedi.

Untuk diketahui, Pemerintah Propinsi mengeluarkan surat himbuan yang ditujukan kepada Bupati dan Walikota yang ditanda tangani oleh Sekda Propinsi Sulsel, Tautoto Tana Ranggina tanggal 8 Juni 2018 dengan Nomor Surat 300/2121-Set/Kesbang.

Dalam surat tersebut mengimbau agar tidak diadakan pawai takbir keliiling. Alasan terbesar dalam surat edaran Gubernur adalah, tahun ini adalah momentum Politik dinilai berpotensi menimbulkan tingkat kerawanan Kantibmas. (As)

Tinggalkan Balasan