IMG_20200410_161036_copy_700x375_1

Soal Corona di Soppeng, Kakek Janggot Ini Bikin Merinding Kata-Katanya

Soppeng Today – Selama kelelawar di Kota Soppeng masih bergelantungan di pohon asam, menurut kepercayaan masyarakat Bumi Latemmamala yang diyakini turun temurun itu masih pertanda baik.

Keberadaan kelelawar di kota soppeng ini bukan tanpa alasan. Konon, binatang malam ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Demi kehidupan aman yang saling berdampingan, Raja Soppeng pertama, yakni Raja Latemmamala, membuat perjanjian dengan raja kelelawar agar tidak saling mengganggu dan tidak merusak tanaman kebun penduduk Soppeng. Sebagai imbalannya mereka bisa tinggal di pohon asam yang ada di Kota Soppeng.

Selain perjanjian tidak saling mengganggu, Raja Soppeng juga pernah membuat perjanjian agar para kelelawar menjadi tanda alam jika kelak ada musibah yang akan terjadi. Sehingga dengan begitu masyarakat bisa bersiap-siap. Tanda yang diberikan oleh sang kelelawar adalah saat mereka menghilang dari satu pohon selama 24 jam.

Olehnya itu kata kakek janggo, ” Selama engkamopi yaro pang ningnge ki Soppeng aja ta mitau nak, Insa Allah topada madeceng na to pada salama moatu, namammoare,” kata Kakek Janggo beberapa waktu lalu yang secara tidak sengaja bertemu dan berbincang dengan wartawan.

“Engkatu lasa pole rianging nge, ajamoa ta mitau yatomitu na rangrengi pura na patteng tuang nge Puang Marajae. Idi to Soppeng makkiade E, malebbi E Insa Allah dematu,” tambahnya.

“Pangareki sumpajatta, pamegai appalatta, padecengi gau gauta ripadatta rupa tau, appa sarrekki ri Pungange, pungkasnya sambil berlalu. (AT)