IMG_20190301_212710-700x400

Siswi SMP 3 Soppeng Kejang” Usai Dipukul Guru, Guru: Saya Tidak Pukul

Soppeng Today – Salsa (15) Siswi Kelas 9 SMPN 3 Soppeng mengalami kejang-kejang setelah ditindaki oleh guru kelasnya, Jumat, 1/3/2019.

Salsa diberi sangsi oleh guru karena membawa hape ke Sekolah, usai di hukum sangsi beberapa saat kemudian Salsa mengalami kejang-kejang sehingga pihak sekolah terpaksa menghubungi PSC 119 dan keluarga Salsa.

Disaat yang bersamaan, PSC 119 dan ayah Salsa tiba di Sekolah dan ayah Salsa langsung membawa anaknya pulang sehingga tim PSC 119 tidak jadi menjemput Salsa.

Ditemui di kediamannya di Desa Maaccile, ayah Salsa menjelaskan jika anaknya mengalami sakit pada bagian kepala dan merasakan pusing dan susah berdiri.

Saat Soppeng Today meminta ijin untuk mewawancarai Salsa, ayah Salsa pun mengijinkan anaknya untuk diwawancarai dan memanggil Salsa keluar dari kamar.

Saat diminta penjelasan terhadap hal menimpa dirinya Salsa menjelaskan, “Saya disampaikan oleh teman bahwa dipanggil menghadap oleh guru, lalu saya menghadap ke guru, setelah berada dalam ruangan guru, saya lalu ditanya, apakah bawa hp di sekolah, saya jelaskan bahwa memang saya bawa ke sekolah kemarin, kata Salsa, Jumat, 1/3/2019.

“Setelah saya sampaikan seperti itu, saya lalu di pukul pada bagian wajah saya,” ucap Salsa sembari menunjuk ke pipinya sebelah kiri.

Selain Salsa mengaku dipukul oleh gurunya (HML/Wakasek) dia juga mengungkap jika dirinya diancam akan di masukkan jagung kedalam mulutnya

” Guru bilang, U Sosokeng Sisengngi tu matu barelle timummu ( Saya masukkan itu nanti jagung dalam mulutmu.red/translet) saya juga di hukum berdiri selama 1 jam, ujar Salsa.

Mendengar itu ayah Salsa turut angkat bicara dan merasa kecewa atas sikap guru HML terhadap anaknya

“Saya sangat kecewa dengan perilaku guru yang seharusnya mendidik anak saya jika memang anak saya ada kesalahan dalam tata tertib sekolah tapi tidak seharusnya dengan tindakan kekerasaan, seperti itu” ucap ayah Salsa.

“Anak saya itu memang fisiknya lemah, tidak sehat seperti anak anak teman lainnya, dia ada penyakit lambung. Dalam 2 bulan ini sudah 3 kali masuk rumah sakit. Terakhir masuk rumah sakit tanggal 16 bulan 2/ 2019 dirawat selama 3 malam,” kata ayah Salsa.

“Saya rasa pihak sekolah tahu itu karena sudah pernah disampaikan sebelumnya. Adapun bawa hape ke sekolah saya yang suruh, karena jika penyakitnya kambuh bisa secepatnya menghubungi keluarga.

“Saya sangat kuatir dengan kondisi anak saya, sebentar ini saya dulu periksa dan Visum di Rumah Sakit. Saya merencanakan akan melaporkan tindakan kekerasaan oleh oknum guru tersebut ke Polisi,” ucapnya.

HML Wakasek SMPN 3 Soppeng yang dikonfirmasi Soppeng Today menampik keras tudingan bahwa memukul siswinya

“Itu tidak benar pak, saya tidak pukul Salsa, saya hanya dorong sedikit kepalanya itupun tidak keras dan itu ada saksinya yakni, Muliaty (Humas Sekolah) dan Wahida (ke Siswaan) sembari mengarahkan telunjuknya ke yang bersangkutan dan dibenarkan oleh Muliaty dan Wahida.

Soal mengatakan saya masukkan jangung dimulutmu itu benar. Tapi, hal itu saya lakukan hanya karena merasa kecewa di bohongi oleh Siswi,”

“Dan soal saya hukum berdiri juga ia, tapi bukan 1 jam, kira kira hanya 20 menit saja,” tandas HML

HML menceritakan, di sekolah ini Sudah di umumkan pada sisswa agar jangan ada yang membawa Hp karena ini sangat menggganggu pelajaran Mid semester dan Semester akhir bulan ini, jelas HML.

“Salsa dilaporkan oleh temannya jika ia membawa Hape di sekolah, untuk itulah saya panggil dia. Hanya saja Salsa tidak jujur dan berbohong padahal saya selalu tekankan karakter kejujuran siswa-siswi itu sangat penting bagi anak sekolah ini,” kata dia HML.

“Bayangkan pak, itu Salsa dia susun bangku lalu dia naik untuk menyembunyikan hapenya diatas Plapon kelas. bagaimana kira kira kalau dia jatuh,”

“Jujur saya merasa kecewa, saya hanya minta dia untuk jujur tapi dia berbohong, nanti temannya yang laporkan jika dia bawa hape di Sekolah,” ungkapnya.

Terkait adanya riwayat penyakit Salsa, HML mengaku jika tidak tahu hal itu

“Saya tidak tahu kalau Salsa ada riwayat penyakit. Memang dia tadi itu kejang kejang dan guru guru melakukan pertolongan. Tapi menurut saya bukan karena tindakan sangsi atasnya, mungkin, hanya merasa tertekan dan merasa bersalah,” ucap HML. (AT)