1644064147978

Simsalabim, “Minyak Goreng Hilang” Pedagang Kucing-Kucingan Dongkrak Harga

Soppeng Today – Fenomena hilangnya minyak goreng dipasar moderen perlu menjadi perhatian khusus pemerintah pusat sampai ke daerah. Sabtu 5/2/2022.

Pasalnya, harga minyak goreng di pasar moderen turun namun kosong berdampak pada kerugian bagi masyarakat emak-emak IRT kalangan bawah utama penjual-penjual atau pelaku usaha kecil

Seperti halnya yang dialami ibu Sur emak-emak (41) penjual gorengan, menurut dia, sebelum pemerintah umumkan turunnya harga minyak goreng, minyak goreng tadinya di gardu maupun di kios masih lancar dapat dibeli dengan harga kisaran 34 sampai 36 ribu untuk ukuran 2 liter sedangkan yang ukuran 1 liter masih dapat dengan harga dibawah 20 ribu

Namun kata dia, setelah dinyatakan turun harganya menjadi 28 ribu untuk yang 2 liter oleh pemerintah lantas tiba-tiba menghilang dari pasaran moderen baik di Alfa Mart, Indomaret, Alfa Midi, malah di kios-kios dan gardu harganya naik.

“Yang dua liter saya beli harganya 40 ribu, sedangkan yang 1 liter harganya 20 ribu. Itupun kalau ada, malah sekarang di kios dan gardu-gardu pun saat ini jadi langka, susah dapatnya,”Keluhnya

Salah seorang pedagang kelontongan yang dikonfirmasi media ini membenarkan kosong minyak goreng ditempat jualanya. Bahkan dirinya mengaku belum tahu kapan stoknya masuk lagi

” Kosong pak, cari saja dulu ditempat lain, saya belum tahu kapan datang suplainya masuk lagi, itupun kalau masuk cepat sekali habisnya, saat masuk hanya hari itu habis lagi,” Kata dia, Sabtu, 5/2/2022.

Selain itu dirinya juga mengakui harga penjualan untuk 2 liternya seharga 35 ribu sedangkan yang 1 liter harganya 20 ribu.

“Yang 2 liter harganya 35 ribu, yang 1 liter 20 ribu,” Singkat dia.

Menyikapi masalah tersebut, Kepala Dinas Koperindag dan UKM Drs.Sarianto saat dikonfirmasi media ini mengatakan, sebenarnya Tim Pengendali Inflamasi Daerah (TPID) sudah turun ke lapangan dan tidak menemukan adanya kenaikan harga dari standar HET tertinggi yang ditetapkan pemerintah. Tapi kemungkinan mereka main kucing-kucingan ketika ada tim yang turun mereka menjual dengan harga standar tapi setelah tim pergi mereka menjual lagi dengan harga yang tinggi

“Tapi inikan cuma oknumnya saja yang memanfaatkan situasi mencari keuntungan pribadi,” Ujar Sarianto

Menurut Sarianto, Standar harga yang ditetapkan oleh pemerintah yakni, untuk ukuran 2liter 28 ribu, sedangkan 1 liternya dengan harga 14 ribu. Namun sayangnya Kepala Dinas Koperindag Soppeng ini Tidak menyebutkan sanksi bagi pedagang yang kucing-kucingan menjual minyak goreng diluar standar harga yang ditetapkan pemerintah.

Kelangkaan minyak goreng bukan hanya terjadi di Kabupaten Soppeng. Namun juga terjadi di kota makassar propinsi Sul-sel

Menurut Irma Warga Borong Raya sudah sepekan ini minyak goreng langka

“Sudah seminggu ini keliling-keliling cari minyak kelapa tidak ada. Tidak pernah kita menggoreng ikan hanya dimasak terus akibat langkanya minyak goreng,” Ujar dia. (AT)