IMG_20190920_163949-700x375

Ramai, Bangkit Melawan Iblis Dunia Maya

Soppeng Today – Seiring perkembangan tekhnologi, Iblis Dunia Maya atau yang lebih dikenal dengan gelaran Penyebar Hoax semakin bergentayangan di Dunia Maya.

Bayangkan, hanya karena ulah Iblis Dunia Maya ini, beberapa wilayah di negara kita menjadi rusuh dan sempat menggoyahkan keutuhan NKRI bahkan terkadang menelan korban jiwa yang tidak sedikit.

Olehnya itu sekelompok masyarakat di Soppeng memberi gelar kepada penyebar Hoax ini sebagai Iblis Dunia Maya.

“Kita memberi gelar penyebar Hoax ini sebagai Iblis Dunia Maya karena sifat sifat iblis itu selalu menghasut untuk memecah belah dan menabur kebencian,” kata Anwar, Jumat (20/9/2019).

“Olehnya itu tidak salah kalau kami menggelarnya Iblis Dunia Maya,” tegas pemerhati Media Sosial ini.

Selain kelompok Anwar yang bangkit melawan Iblis Maya ini. Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang lama pulas kini juga bangkit melakukan perlawanan demi menjaga keutuhan NKRI

KIM ini lahir dibawah pembinaan Dinas Kominfo Soppeng, menurut Kadis Kominfo Sarianto, penggunaan informasi dan teknologi jika di salahgunaakan akan berdampak buruk bagi kehidupan ummat sehari – hari.

“Seperti dengan adanya berita – berita hoax yang tersebar di masyarakat, jika kita tidak lebih awal mencari kebenarannya maka kita akan terpengaruh informasi – informasi bohong tersebut,” ucap Kadis Kominfo

Bayangkan kata Sarianto, dalam 1 menit 3.300 juta informasi yang masuk dalam facebook. Sedangkan di aplikasi whatsapp 29 juta, tentu yang masuk ini adalah berbagai macam informasi.

“Jika didalam informasi infomasi ada Hoax tentunya bisa menyesatkan masyarakat,” ungkap.

Namun selain itu jelas Sarianto KIM memiliki misi secara khusus sebagai layanan informasi terhadap isu – isu pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dan juga tambahnya, Kim juga sebagai mitra pemerintah dalam penyeberluasan sosialisasi dan desiminasi informasi pembangunan kepada masyarakat.

“Kim ini adalah lembaga layanan publik yang di bentuk dan dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat secara khusus sebagai layanan informasi,” pungkasnya. (AT)