Predator Anak di Soppeng Divonis 8 Tahun Denda 1 Milyar

Soppeng Today – Akhirnya keluarga korban merasa mendapat keadilan dengan Vonis 8 Tahun penjara yang di putuskan oleh PN Soppeng yang dipimpin Hakim ketua Rahmat, SH, MH atas terdakwa pencabulan anak dibawah umur.

Terdakwa di jatuhi hukuman UU perlindungan anak dengan vonis 8 tahun penjara subsider denda 1 milyar. Menurut hakim dalam putusannya menyatakan bahwa terdakwa Hendra secara terbukti sesuai fakta persidangan bersalah melakukan pencabulan, kekerasaan seksual terhadap korban.

Setelah menjatuhkan vonis, Hakim mengungkap kepada terdakwa bahwa masih ada 2 kasusnya lagi yang sementara masih dalam proses pemeriksaan

Namun demikian, hakim mempersilahkan kepada terdakwa untuk pikir pikir dulu apakah akan menerima putusan tersebut atau akan melakukan banding. Setelah berkordinasi dengan kuasa Hukumnya, terdakwa Hendra menyatakan pikir pikir dulu.

Dalam kasus ini, Jaksa penuntut umum Kasi Pidum PN Soppeng Muhammad Hendra Setya, SH, mengatakan, “Kita melakukan tuntutan 10 tahun tersebut karena masih ada 2 kasusnya (Terdakwa Hendra).

“Hukuman UU Perlindungan Anak kan maksimal 20 tahun, ada 2 kasus lagi yang nanti digabung jadi jika diakumalasi nantinya juga jatuhnya masimal,” jelasnya.

Sebenarnya, Orang tua korban merasa tidak puas dengan hukuman 8 tahun penjara terhadap tersebut akan tetapi setelah memahami bahwa masih ada 2 korban berikutnya yang akan mengikuti sidang dengan terdakwa yang sama dan nanti jika tervonis bersalah akan ditambah dengan vonis yang sekarang.

“Jika begitu saya barulah akan merasa puas dengan keadilan ini. Semoga nanti hukumannya akan bertambah,” ucap AI.

Sekedar diketahui, menurut amatan media ini, saat hakim anggota membacakan dakwaan yang diberengi dengan kronologis peristiwa tersebut, Hakim anggota Fitriana, SH, MH ini terdengar suaranya bergetar dan terbata bata sepertinya ada kesedihan yang mendalam sebagai Naluri seorang wanita yang disisi lain adalah seorang Hakim Penegak Hukum.

Pasalnya, didalam kronologi yang dibacakannya tersebut terdapat narasi penyiksaan terhadap anak dibawah umur yang tidak berdosa tersebut.

Bukan hanya Hakim anggota namun Hakim Ketua, Panitera, Wartawan, terlihat sedih (menurut amatan media ini)

Sementara keluarga korban yang hadir mengikuti persidangan ini terlihat terisak tangis mengikuti jalannya persidangan ini. (AT)