IMG_20200211_135022-700x400

Polres Soppeng Amankan 6 Tersangka Penjahat Kelamin

Soppeng Today – Polres Soppeng saat ini tengah tangani Kasus kekerasan seksual, pencabulan terhadap perempuan dan anak, 1 diantaranya adalah kasus persetubuhan. Dalam kasus ini Polres Soppeng telah berhasil mengamankan 6 Pelaku yang kesemuanya adalah warga Soppeng.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Amri, dalam konferensi Pers yang berlangsung di Aula Mako Polres Soppeng yang dihadiri PPA dan Dinas Sosial Soppeng, Selasa (11/2/2020).

Ke enam pelaku saat ini sudah diamankan di Polres Soppeng, para tersangka dikenakan UU Perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 12 tahun untuk pencabulan seksual, sedangkan untuk persetubuhan maksimal 5 tahun

Dalam pengungkapan kasus ini Polres Soppeng mengamankan barang bukti berupa pakaian anak yang digunakan korban saat kekerasan seksual ini terjadi, Hp, kunci motor dan pakaian dalam wanita.

Menurut Kasat Reskrim AKP Amri, kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur mengalami peningkatan di tahun 2019 dibanding 2018.

“Dalam hal ini kita akan bekerjasama dengan PPA, Dinas Sosial untuk pencegahan serta menindak dengan tegas pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkap AKP Amri.

“Begitu ada laporan, pelakunya langsung kita kejar dan tangkap,” tambahnya.

Dalam Press Release yang dihadiri oleh PPA Pemkab Soppeng dan Dinas Sosial, Kapolres Soppeng mengimbau kepada seluruh warga Soppeng jika ada tindakan kejahatan seksual terhadap anak agar segera melaporkan ke Polres.

“Saya minta kepada masyarakat jangan malu untuk melaporkan dan begitu ada laporan kita lansung melakukan tindakan. Anak anak ini harus kita selamatkan. Anak adalah cerminan dimasa akan datang,” jelas Kapolres Soppeng.

Kehidupan anak dijaman Gadget atau HP sekarang ini kata Kapolres, mengalami pergeseran dimana kurangnya komunikasi langsung antara orang tua dengan anak sehingga kontrol terhadap anak menjadi lebih minim.

“Kebanyakan kontrol komunikasi anak dan orang tua hanya melalui Gadget tanpa mengetahui persis di lingkungan mana dan disituasi mana anak berada,” paparnya

Selain kontrol dan pengawasan orang tua terhadap anak, Kapolres juga meminta kepada orang tua agar anak lebih ditingkatkan pengetahuan Agama, Memberikan pengetahuan pada anak untuk mengenal lingkungan agar anak bisa terhindar bujuk rayu pelaku pencabulan dan kejahatan seksual terhadap anak.

“Anak adalah aset untuk kelangsungan kita masa mendatang. Olehnya itu anak harus kita lindungan,” tambah Kapolres.

Dalam press release ini Kapolres meminta kepada Pers agar menjaga identitas korban anak dibawah umur ini.

Kapolres juga meminta peran serta masyarakat dan orang tua anak untuk turut serta mencegah tindak kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. (AT)