IMG20201007123351_copy_700x400

Pilkada Ditengah Pandemi, Majelis Dzikir Raodatul Jannah Gelar Doa dan Dzikir Bersama

Soppeng Today – Majelis Dzikir Raodatul Jannah bersama warga menggelar Tauziah Dzikir dan doa bersama. Kegiatan ini dengan tema “Menyongsong Suksesnya Pilkada 2020 dan keselamatan Bumi Latemmamala dari wabah covid – 19, Rabu 7/10/2020.

Dalam kegiatan yang digelar di Lollo’E ini, majelis dzikir bersama warga mendoakan agar Bumi Latemmamala mendapat keselamatan dari wabah Covid-19 khususnya menjelang pilkada yang akan berlangsung di Kabupaten Soppeng

Tauziah dibawakan oleh Ustad Muhammad Yusuf mengatakan bahwa, wabah penyakit sejenis covid ini pernah terjadi pada zaman dahulu kala,

Hikmah yang bisa diambil di balik pandemi yang melanda seluruh dunia ini adalah, agar lebih mendekatkan diri kepada Allah S.W.T dan senantiasa mengharap perlindungannya

Ia pun menyampaikan doa doa yang dapat diamalkan agar bisa terhindar dari wabah penyakit covid ini.

Diungkapkannya bahwa, pernah seorang ulama kita bermimpi bertemu dengan Rasulullah, dan didalam mimpinya ulama ini bertanya kepada Rasul, doa apa yang harus kami amalkan agar terhindar dari wabah penyakit. Dan dalam mimpi ulama ini, Rasulullah mengatakan, Baca surah Al-Fatiha 3 kali, baca Al-Ikhlas 3 kali, dan baca Hasbunallah Wanikmal Wakil 313 kali.

Dengan demikian dengan mengamalkan ini, Insya Allah kita bisa terbebas dari Covid – 19 ini, ajaknya.

Sementara, A. Wikra ketua Majelis Dzikir Raodatul Jannah mengatakan, tujuan dilaksanakannya Tauziah, doa dan dzikir bersama ini, adalah, mendoakan seluruh saudara saudari kita di Kabupaten Soppeng agar selamat dan terhindar dari wabah penyakit virus corona ini.

“Kita Tauziah, dzikir dan ber doa bersama mendoakan keselamatan semua ummat khususnya di Kabupaten Soppeng agar bisa terhindar dari wabah penyakit dan agar musibah wabah ini cepat berakhir,” ucapnya.

“Apalagi Kabupaten Soppeng yang kita cintai bersama ini tengah dalam berpesta demokrasi,”tutupnya.

IMG20201007123125_copy_700x400

Dari pantauan wartawan, Dzikir dan doa bersama terlihat berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan, setiap majelis yang hadir diperiksa suhu badannya serta disediakan alat cuci tangan dan antiseptik, selain itu, saf saf para jamah juga berjarak antara satu sama lainnya. (AT)