Screenshot_2020_0416_140001_copy_700x375

Percuma, Rapid Test Tidak Akurat Deteksi Virus Corona

Soppeng Today – Dilansir dari CNN Indonesia pada Rabu 15/4 kemarin. Pemerintah Kota Solo memastikan tidak akan membeli rapid test seperti daerah lainnya. Pemkot Solo mempersoalkan akurasi hasil tes cepat untuk mendeteksi Virus Corona.

Kepala Dinas Kesehata Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, tes cepat bekerja dengan cara mendeteksi positif jika kadar antibodi melebihi ambang sensitivitas alat tes.

“Kalau misalkannya ambang alat itu di 50, padahal antibodinya baru 30 atau 40, hasilnya akan negatif. Padahal virusnya ada. Sebaliknya, kalau hasil tes positif belum tentu dia positif Covid . Bisa jadi karena virus yang lain,” ujarnya

Senada yang dikatakan Dirut RSU Latemmamala dr.Nirwana

“Kalau rapid test positif itu, belum bisa dipastikan yang bersangkutan positif Corona, tapi perlu di lanjutkan dengan SWAB (Lab Sampel Lendir) untuk lebih pastinya,” kata dr Nirwana.

Anto warga masyarakat Soppeng menilai, tentang rapid test ini perlu Pemkab (Dinkes) mensosialisasikan ke masyarakat sebab bisa menimbul fitnah dan perdebatan bagi warga yang tidak paham

“Kita kemarin ribut soal Positif hasil rapid test warga Marioriwawo yang meninggal sampai menimbulkan perdebatan. Bahkan bisa menimbulkan fitnah karena kenapa?, positif hasil rapid test belum tentu virus Corona, demikian sebaliknya, hasilnya negatif belum tentu tidak terjangkit corona,” kata dia.

Apalagi lanjut Anto, ada istilah OTG (Orang Tanpa Gejala) yang bisa saja terpapar corona. Jadi, sebaiknya pihak dinkes Soppeng tidak perlu mengumbar hasil alat rapid test ini jika toh masih menunggu hasil yang lebih pasti, kan percuma, seru dia.

“Hanya menimbulkan kesalahpahaman di tengah tengah masyarakat. Bagi orang yang paham tidak ada masalah, tapi bagi masyarakat yang belum paham jadi masalah. Kalau digunakan pribadi medis untuk deteksi awal itu tidak apa apa tapi sebaiknya tidak usah menjadi komsumsi publik,” pungkas dia. (AT)