IMG_20200101_175726-800x470-1_copy_700x350

Penggunaan Anggaran HPN Soppeng 2020, Diduga Labrak Aturan

Soppeng Today – Dana Hibah HPN Soppeng 2020 sebesar 200 juta yang digelontorkan dari Kas daerah yang merupakan uang Rakyat, penggunaannya diduga “Labrak Aturan”.

Pasalnya, kegiatan HPN terhenti ditengah jalan dengan adanya pandemi Covid-19, namun pencairannya telah tersalur 100 persen.

Diduga, Dana Hibah yang diperuntukkan untuk kegiatan HPN dialihkan ke kegiatan lain yang tidak sesuai dengan peruntukan Proposal HPN

Terkait penggunaan Dana Hibah Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKAD) H. Dipa menegaskan bahwa, penggunaan Dana Hibah harus sesuai dengan peruntukkan yang diajukan dalam proposal

“Terkait proposal Hibah secara umum ya.., mekanismenya harus sesuai dengan proposal yang masuk yang ada item-itemnya itu, tapi, terkait HPN saya tidak bisa komentar dulu, saya harus lihat dulu secara detail apa sebenarnya yang diusulkan itu,” ucap H. Dipa

“Kalau misalkan HPN ya HPN, terkait masalah penggunaan dana kegiatan itu apa, silahkan saja dijabarkan, karena yang paham soal pelaksanaan HPN bukan kita tapi dia, nanti pemeriksa yang audit penggunaannya

“Sementara ini pemeriksaan (Audit BPK) sementara berjalan, apakah nanti sampai kesitu nanti kita lihat karena BPK itu tidak semua kena pemeriksaan

“Auditnya BPK tahun 2020 Januari ini sampai Maret,” terang Dipa via Ponsel, yang sementara berada di Makassar, pada Jumat, 5/2/2020.

Ketua Panitia HPN Soppeng 2020 Buhari Abu, S. Sos saat dikonfirmasi mengaku kurang tahu menahu dengan penggunaan Dana Hibah

“Terkait kegiatan HPN memang saya ketua panitia yang mengatur pelaksanaan kegiatan. Tapi terkait soal keuangan, kita panitia tidak tahu menahu silahkan tanya Anca (Bendahara Panitia HPN yang juga bendahara PWI Soppeng.red), jelas Buhari.

“Memang pada rapat pembetukan panitia, masing-masing bidang mengajukan estimasi anggaran yang dibutuhkan panitia dalam kegiatan itu. Tapi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut kita tidak pernah menerima dana untuk dikelolah dalam pelaksanaan kegiatan itu,” tambahnya.

“Jadi kalau sudah menyangkut soal keuangan konfirmasi ke Anca,” ujarnya

Soal pengalihan Dana HPN ke Covid, Buhari juga mengaku tidak tahu menahu tentang itu

“Soal itu saya juga tidak tahu, urusan panitia hanya terkait kegiatan HPN,” ungkap Buhari.

Sementara salah seorang wartawan di Soppeng yang enggang namanya disebut mengatakan, berbicara soal mekanismes, jika memang ada pengalihan dana kegiatan HPN ke penggunaan lain seharusnya dirapatkan dulu, setelah itu diajukan ke Pemda jika disetujui barulah penggunaan dana dialihkan, ungkapnya.

“Didalam proposal dana Hibah untuk HPN itu kan ada item-item penggunaannya yang nantinya akan ada laporan pertanggung jawabannya,” tambahnya.

“Kalau itu semua tidak sesuai jelaslah melabrak aturan,” tegas dia.

Terpisah, Anca Bendahara PWI yang juga bendahara Panitia HPN Soppeng 2020 yang dihubungi media ini via ponsel mengakui jika sebagian penggunaan anggaran HPN telah dialihkan ke pembelian APD seperti Masker, Hand Sanitizer, Baju Hazmat

“Kan begini waktu sementara berjalan pelaksanaan HPN tiba-tiba ada Covid, jadi anggaran kita larikan kesitu,” kata Bendahara PWI Anca, Sabtu, 6/2/2020

“Iya memang kita larikan ke Covid. Ituji tidak baik kalau tidak ada laporannya, kan adaji laporannya itu, apalagi ini kan membantu masyarakat,” tambahnya.

Ditanya apakah sebelum pengalihan anggaran HPN ke pembelian APD Covid-19 sudah dirapatkan dengan panitia, dirinya mengaku lupa-lupa ingat

“Saya lupa-lupami adakah atau tidak,” pungkasnya.

Dari informasi beberapa sumber diketahui, kegiatan HPN Soppeng yang terhenti ditengah jalan ini selain menelan dana Hibah sebesar 200 juta, juga ada bantuan dana dari pengusaha, Dinas/Instansi serta peserta kegiatan Futsal membayar uang pendaftaran sebesar 500 ribu per peserta. (Red)