IMG_20211125_220526_copy_700x450

Pengacara Kasus Pembalakan Liar Abd Rasyd.SH, Yakin Kliennya Bisa Bebas

Soppeng Today – Kasus Pembalakan liar yang menyeret nama anggota DPRD Soppeng Asmawi sudah memasuki tahap II (pelimpahan berkas) penyerahan barang bukti dan tersangka di Kejaksaan Negeri Soppeng hari ini, Kamis 25/11/2021.

Dalam proses tahap 2 ini, penyerahan berkas diserahkan oleh penyidik tim Polres Soppeng yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polres Soppeng dan diterima oleh Kasi Pidsus dan Kasi Pidum Kejari Soppeng

Usai penyerahan berkas, barang bukti dan tersangka, Tim Kejaksaan langsung meninjau lokasi yang terdapat Jolle Desa Umpungeng Kecamatan Lalabata yang turut dihadiri oleh kuasa Hukum Asmawi Abdul Rasyd, SH

Terkait hal ini pengacara Asmawi Abdul Rasyd SH usai mendampingi kliennya dalam proses tahap II ini angkat bicara, “Kita menghargai proses hukumnya, namun Saya merasa yakin klien saya tidak bersalah dan bisa bebas,” kata Abdul Rasyd, SH,

Dikatakan Abdul Rasyd, saya sebenarnya melihat persoalan pak Asmawi, saya sebut saja Asmawi karena ditutupi pun orang semua orang sudah tahu pak Asmawi adalah seorang anggota dewan. Sesunguhnya saya melihat persoalan yang menimpa beliau, itu adalah persoalan yang sebenarnya dia hanya korban karena dia membeli dengan etikad baik bahwa ada orang yang mendatangi beliau menawarkan sebidang tanah yang mau dijual di Jolle,

Karena kebetulan juga pak Asmawi itu adalah orang yang bergerak di bidang pertanian agrobisnis maka cocok dengan programnya maka di belilah tanah itu seharga 900 juta yang rencanaya akan di tanami durian dan faktanya sekarang lokasi tersebut ditanami durian, semua lokasi yang ditebang itu sudah ditanami durian

Artinya apa lanjut Rasyd, saya sebenarnya dari awal saya ketemu Asmawi saya melihat tidak ada maksud Asmawi melakukan sebuah tindak kejahatan karena dia membeli dari pihak lain. artinya secara hukum dia harus dilindungi sebagai pembeli yang ber etikad baik.

“Sebelum membeli dia juga mengecek lokasi. Sebagai pembeli tentu ingin lokasinya bersih karena di mau tanami dan waktu itu datang seorang yang bernama Masudi menawarkan jasa,”

Masudi inilah ungkap Rasyd, yang mengelolah lahan tersebut sampai pada proses penebangan. Dalam proses penebangan juga tidak pernah ada dari pihak kehutanan yang singgah dilokasi itu bahkan hasil tebangan-tebang itu tidak pernah ada teguran dari pihak Kehutanan.

“Artinya apa, pihak kehutanan juga melakukan pembiaran,”

“Saya mengetahui bahwa pak Asmawi itu membeli karena ada juga keterangan dari pihak desa surat-surat juga sudah dilihat, artinya, klien saya beranggapan lahan itu sudah aman, ada surat keterangan tempo dulu yang masih tulisan lontara itu ada pembayaran pajaknya, ada keterangan jual beli dari desa, surat-surat dari penjual juga sudah dilihat maka dibuatkanlah akta jual beli dari pemerintahan desa, papar pengacara Asmawi.

“Asmawi menganggap sudah aman. Namun 3 bulan kemudian ada laporan dari Kehutanan. Inilah yang jadi masalah sampai saat ini,” jelasnya

“Meski demikian saya selaku pengacara kita harus menghormati proses hukum dan kita akan melihat nanti di pengadilan dan saya yakin seyakin yakinnya pak Asmawi kemungkinan besar bisa bebas,” pungkasnya. (AT)