IMG_20180703_180525-700x400

Pelanggaran Perda, Diduga Jadi Pemicu Langkahnya Ikan

Penangkapan ikan di Marioriawa dengan cara pelanggaran Perda, diduga menjadi salah-satu penyebab kelangkaan ikan di Marioriawa Batu-Batu Soppeng

Soppeng Today – Pemkab Soppeng telah mengeluarkan Perda tentang larangan melakukan penangkapan ikan dengan cara menggunakan Pukat Harimau dan strom ikan di Wilayah Kabupaten yang dikenal Latemmamalala ini.

Hal tersebut dikatakan Bupati Soppeng A. Kaswadi Razak, SE pada wartawan di rungannya di kantor Bupati Soppeng Selasa, (3/7/2018)

“Sebenarnya sudah ada ketegasan dalam Perda tentang larangan penangkapan ikan dengan cara-cara yang tidak dibenarkan termasuk pukat harimau dan setrum ikan. Namun, masih saja ada masyarakat yang tidak mematuhi, akhirnya, dampaknya sekarang adalah kerugian pada nelayan itu sendiri” jelas A. Kaswadi Selasa, (3/7/2018).

“Pemerintah sudah maksimal tapi masih ada juga yang tidak menyadari dampak buruk dengan melanggar aturan yang telah di Perdakan” tambahnya.

Menurutnya, penebaran benih ikan yang dilakukan pemerintah butuh dukungan dan kesadaran masyarakat.

“Menjaga ekosistem butuh kesadaran bersama masyarakat, dan kalau ini dilakukan, saya yakin penghasilan para nelayan akan meningkat” harapnya

Terkait maraknya penangkapan ikan dengan cara-cara terlarang, Kapolsek Marioriawa AKP Syamsuddin dikonfirmasi Soppeng Today via seluler mengatakan bahwa dirinya sudah seringkali melakukan penangkapan terhadap nelayan penangkap ikan yang menggunakan setrum ikan.

“Setelah kami amankan selanjutnya diberikan pembinaan dan para nelayan yang pernah kami amankan ini jumlahnya sudah ratusan orang” kata AKP Syamsuddin Selasa, 3/7/2018.

“Hanya saja kendala yang kami alami sekarang ini adalah, kurangnya fasilitas antara lain perahu” tambahnya.

AKP Syamsuddin juga mengungkap bahwa jika air surut dan diakhir akhir habis masa kontraknya justru pemenang tender juga yang memanggil orang melakukan penyetroman ikan.

“Pemenang tender yang memanggil orang menyetrum ikan” ungkapmya.

Untuk diketahui, setiap akhir bulan Juni Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng menenderkan wilayah penangkapan ikan kepada pengusaha. Pemenang tender akhirnya menguasai satu titik wilayah penangkapan ikan yang tidak boleh diganggu gugat selama batas waktu yang ditentukan.

Berikut daftar nama wilayah Kecamatan Marioriawa dan tendernya:

Tebbu,e/ Mallawae: Rp. 70.000.000,-
Aladie: 15.000.000,-
Lompo Maniang Rp. 30.000.000,-
Sepa Bakke Rp. 55.000.000,-
Topagoling Rp. 50.000.000,-
Lompo Manorang Rp. 66.000.000,-
Ongkoe Rp. 85.000.000,- (As)

Tinggalkan Balasan