IMG_20200414_205615_copy_700x350.jpg

ODP Meninggal, Warga Terheran Heran, Ini Penjelasan Kadiskes

Soppeng Today – Meninggalnya salah seorang pasien berstatus ODP di rumah sakit Latemmamala menyisakan keheranan bagi warga masyarakat Soppeng.

Keheraan ini disampaikan Agus Iskandar, ia mengaku walau dirinya sebagai orang awam namun merasa heran adanya pasien dirawat tapi berstatus ODP

“Positif Rapid Test dan dirawat dirumah sakit berarti seharusnya kan pasien. Nah… kalau memang pasien dan PDP kenapa diselipkan sebagai ODP. Saya sebagai orang awam saya merasa sangat heran,” kata Agus, Selasa (14/4/2020) malam.

“Sebagai warga Soppeng, saya hanya bisa ber doa semoga hasil Swab nya nanti negatif,” harapnya.

Selain keheranan, warga juga menilai, pihak tim gugus Covid 19 tidak terbuka di publik

“Kalau dirawat di RS berarti PDP bukan ODP. Narsum ya koq terkesan menutupi,” tulis Arham M.Si di kolom komentarnya di medsos yang mengkritiki tidak keterbukaannya pihak medis

“Ini harusnya dibuka di publik, jelaskan riwayatnya. Biar masyarakat ada edukasi dan waspada,’ tambah dia.

Sementara tokoh masyarakat Marioriwawo, Andi Yusran La Bunga mengkritiki kinerja pihak pemerintah yang terkait dalam penanganan Covid ini

“Sebenarnya saya kasian sama pak Bupati dia bekerja sendiri tanpa wakil, bahkan ada pernyataan itu pak Bupati yang mengatakan bahwa saya harus tetap keluar agar masyarakat bisa paham bahwa sampai saat ini saya tetap selalu memperhatikan mereka, saya bersama mereka menghadapi situasi seperti sekarang ini,” kata A. Yusran pada Soppeng Today via selular.

“Tapi saya lihat pembantunya pak Bupati yang tidak serius. Apalagi Memberikan stagmen yang tidak jelas, jangan nanti meluaspi mewabahpi baru kita pada kaget semua. Sebaiknya kita mengatakan yang sebenarnya jangan ada yang ditutup tutupi, jangan nanti sudah mewabah baru kita pada kelabakan,” ujarnya.

Menanggapi adanya pasien RSU Latemmamala yang meninggal dunia berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang belum jelas apakah Positif atau Negatif Covid 19 yang saat ini masih menunggu hasil Swabnya dari Makassar, kepala Dinas Kesehatan Soppeng mengatakan

“Suspek itu dua kemungkinan bisa positif dan bisa juga negatif,” kata Sallang.

“Untuk meminimalisir resiko lebih baik dikubur sesuai protokol covid dan itu salah satu upaya memutus mata rantai penularannya,” terangnya

Sementara Dirut RSU Latemmamala membantah jika pasien yang meninggal tersebut ODP Covid

“Bukan karena ODP nya memang, tapi gagal ginjal,” kata Dr Nirwana

Terkait hasil Rapis Test pada ODP yang di isolasi di RSU Latemmamala sebelum meninggal ia menjelaskan

“Di Rapid Tes Positif, tapi itu Rapid tes tidak bisa menjamin, tapi tidak boleh juga diabaikan, orang OTG saja bisa di isolasi karena tidak menutup kemungkinan ada Swab Positif,” kata Dirut.

Dari hasil penelusuran media ini, pasien yang juga ODP warga Marioriwawo tersebut mendapat perawatan dan isolasi selama dua hari di RSU Soppeng dan siang tadi menghembuskan nafas terakhirnya, siang jelang sore tadi dikebumikan dengan Protap Covid 19.

Dalam pemakannya terlihat tidak ada pihak keluarga yang mendekati tempat jenazah yang dikebumikan, hanya terlihat beberapa petugas medis dengan APD lengkap. (AT)

Tinggalkan Balasan