Murid SDN 38 Labokong celaka Dalam Kelas, Guru Cuek Tak Peduli

Soppeng Today – AM (8) murid SDN 38 Labokong terjatuh didalam kelas saat bermain dengan teman sekelasnya. AM terjatuh dan mengalami benturan pada bagian belakang (otak kecilnya).

Ironisnya, tidak satupun guru yang ada di sekolah tersebut melakukan tindakan pertolongan atau memanggil orang tua korban AM untuk segera dilakukan tindakan pertolongan

Hal tersebut diungkapkan oleh Darma orang tua korban

“Kejadiannya hari Sabtu tanggal 18 sekitar jam 11 lewat anak saya terjatuh dan terbentur pada bagian belakang kepalanya (Otak Kecil) dan tidak ada guru yang melakukan pertolongan. Anak saya malah diabiarkan saja menangis, guru hanya cuek,” kata Darma pada Jurnalis Soppeng Today, Kamis (23/1/2020)

“Nanti ada anak sekolah lainnya yang sampaikan bahwa anak saya kecelakaan barulah saya tahu jika anak saya kecelakaan. Setelah saya tiba di sekolah malah salah seorang guru mengatakan saya belum suruh pulang kalau belum berhenti menangis. Setelah itu saya ambil anak saya, Begitu tiba dirumah, anak saya muntah muntah lalu pingsan,” ungkap Darma orang tua Murid

Setelah itu lanjut Darma, melihat kondisi anak saya yang tidak sadarkan diri, saya langsung larikan ke Rumah Sakit.

“Anak saya di rawat di rumah sakit selama 4 hari 4 malam. Anak saya selalu pusing dan muntah muntah mungkin pengaruh benturan kepala belakangnya. Dalam kondisi itu pun pihak sekolah tidak ada yang peduli ataupun datang jenguk Muridnya,” jelas Darma.

Menurut Darma, kemarin anaknya baru keluar dari rumah sakit dan masih dianjurkan oleh dokter untuk tetap kontrol kondisi kesehatan korban AM

“Hari Senin disuruh lagi bawa ke Rumah Sakit untuk kontrol,” pungkasnya

Atas peristiwa ini, Nenek korban Hj Tahira sangat menyesalkan sikap pihak sekolah yang dianggap tidak perhatian dan kurangnya keperdulian terhadap anak didiknya.

“Guru guru yang ada di sekolah ini seharusnya bisa menganggap murid murid ini sebagai anaknya sendiri sebagai pengganti orang tua pada saat jam belajar sekolah, dan ini juga kan tanggung jawab sekolah. Saya sangat sesalkan tingkah laku guru ini (Oknum Guru.red),” ucap Hj Tahira.

“Olehnya itu, saya berharap kepada Diknas terkait agar mengevaluasi kinerja guru guru ini,” tegasnya.

Hj Tahira juga mengungkapkan guru di SDN 38 Labokong ini kerapkali marah marah jika ada orang tua murid yang datang mengeluhkan sekolah ini terkait anak anaknya

“Banyak orang tua murid jika anaknya mengalami masalah di sekolah ini dan orang tua murid datang mengeluh dan mengadu kami justru di marah marahi,” ungkapnya.

Terkait peristiwa naas yang menimpa AM (8) murid SDN 38 Labokong ini, Kepala Sekolah saat hendak dikonfirmasi di sekolahnya pada saat masih jam sekolah, tidak berada ditempat

Salah seorang guru kelas 3 Maspadi yang sempat ditemui oleh wartawan mengatakan, “Kepala Sekolah tidak ada, mungkin ke Soppeng,” jelas Maspadi guru kelas 3 ini.

Sedangkan guru Wali kelas II yang merupakan Wali Kelas AM juga tidak berada di Sekolah, “Ibu H. Hawa juga tidak ada pak,” jawabnya.

Korban AM saat dirawat di Rumah Sakit

Namun Maspadi membenarkan jika peristiwa kecelakaan yang menimpa AM ini juga diketahuinya.

“Kejadian tanggal 18, anak sekolah itu jatuh pada hari Sabtu, anak itu jatuh didalam kelas, tapi saya tidak lihat. Jadi tidak ada yang tolong karena tidak ada yang lihat,” jelas Maspadi. (AT)