IMG_20180701_000135-700x450-525x338-446x287

Miris Melihatnya, Begini Parahnya Banjir di Soppeng

SoppengToday-Sudah sebulan lebih rumah warga terendam banjir di Soppeng. Ketinggian air hampir menenggelamkan separuh rumah, bahkan jika kenaikan air bertambah terus bisa capai instalasi listrik rumah warga.

Banjir Limpo Majang
Rumah Warga Limpomajang Yang Terendam Banjir

Peristiwa ini terjadi di Lingkungan Salo Mate Kelurahan Limpomajang, Batu-Batu Kecamatan Marioriawa Soppeng. Dan terlihat penghuni rumah ini sudah ditinggalkan pemiliknya sejak peristiwa banjir ini.

Didepan rumah ini terdapat jalan aspal beton yang sudah tidak terlihat lagi selama banjir dan sudah tidak dapat dilalui, kecuali hanya menggunakan perahu. Dibelakang rumah tersebut terdapat puluhan hektar sawah warga yang gagal panen.

Menurut Suka (35), warga Limpomajang mengatakan bahwa, warga disini hanya sempat menikmati panen pertama diawal tahun 2018 pada saat musim kemarau sebelum ada banjir.

“Kami hanya sempat panen sekali, setelahnya itu, air naik, dan tidak adalagi panen berikutnya. Sampai sekarang air belum juga turun sudah hampir dua bulan keadaannya seperti ini” ucap ayah dua anak ini.

“Kenaikan air mulai parah sejak tanggal 20 bulan 5 tahun ini” tambahnya.

Lurah Limpomajang Asidi ditemui Soppeng Today pada Sabtu malam, 30/6/2018 membenarkan musibah banjir yang melanda warganya ini.

“Ada 100 KK lebih rumah warga kami se Kelurahan Limpomajang yang terendam banjir. Sebagian ada yang mengungsi selebihnya ada yang memilih bertahan guna menjaga rumah mereka jangan sampai roboh dibawah air” ucap Asidi.

“Rata-rata mereka adalah nelayan dan petani” tambahnya

Menurut Lurah Limpomajang (Asidi) dirinya sudah menerima bantuan Pemda melalui BPBD untuk warganya yang jadi korban banjir, namun sampai saat ini, bantuan berupa 30 Dos Mie Instan dan 30 dos air gelas belum diserahkan ke warga.

“Bagaimana mau diserahkan bantuan itu. Hanya 30 dos mie dan 30 dos air gelas sementara warga hampir 150 KK” tuturnya.

“Mana cukup, takutnya nanti ada yang tidak kebagian, jadi saya kasi tahu aparat Kelurahan, simpan saja dulu itu. Padahal proposal yang saya ajukan ke Daerah 80 dos Mie yang datang cuma 30 dos” tutup Lurah Limpomajang ini. (As)

Tinggalkan Balasan