IMG_20211210_223741_copy_700x400

Menyingkap Tabir Dibalik Hanyutnya 2 Rumah Warga CabbuE Ompo

Soppeng Today – 2 Rumah warga di CabbuE Kelurahan Ompo yang hanyut terbawa arus banjir viral dan menjadi sorotan  media nasional oleh beberapa media TV swasta dan media On Line serta TVRI

IMG_20211210_115907_copy_700x400
Lahan Bekas Rumah Warga Yang Terseret Air di CabbuE Ompo

Atas peristiwa hanyutnya 2 rumah warga di CabbuE, Kelurahan Ompo Kecamatan Lalabata Soppeng Tim Soppeng Today yang turun ke lapangan menemukan dugaan penyebabnya

Dilokasi tersebut terdapat sebuah proyek pembangunan tanggul/waduk yang diduga kuat penyebab bisanya hanyut 2 rumah warga dan 1 rusak parah

Perusahaan tersebut adalah PT Arlin Sejahtera dengan anggaran Proyek pekerjaan sebesar 26 Milyar masa kontrak pekerjaan Januari sampai Desember 2021, yang mana dikatakan warga, proyek itu pernah disegel karena mengambil material batu sungai untuk digunakan membangun bendungan tersebut

Terkait peristiwa banjir itu, menurut keterangan warga di CabbuE, pihak perusahan menutup total sungai besar dan mengalihkan air ke sungai kecil dimana sungai mati tersebut terdapat perkampungan warga CabbuE dan inilah yang menjadi faktor penyebab utama terjadinya banjir dengan korban harta benda berupa 2 rumah hanyut terbawa arus air

Sebelum peristiwa banjir yang menghanyutkan 2 rumah warga. Warga sudah merasa ketakutan akan terjadinya banjir di wilayahnya, dan lalu melakukan protes ke perusahaan dan meminta agar sungai jangan di tutup total. Namun pihak perusahaan tidak menanggapi keluhan warga

“Selama pekerjaan dimulai memang tidak pernah dibuka ditutup terus itu sungai, setiap hujan saya sampaikan agar dibuka dan jangan ditutup total, tapi tidak pernah mau perduli alias Keras Kepala. Bagaimana sungai besar ditutup lalu arus air dialihkan ke sungai kecil ya tidak mampulah,”kata Laupe yang rumahnya hanyut terbawa arus air banjir, Sabtu, 10/12/2021.

” Saya sudah pernah sampaikan dua solusi ke pihak perusahaan, saya katakan bahwa kalau memang sungai mau ditutup semua tambah tukangnya supaya pekerjaan cepat selesai sebelum tiba musim hujan, atau buka sedikit penutup air supaya air terbagi dua larinya, tapi itu juga tidak di gubris,” ungkap Laupe

“Saya sudah pernah katakan sama pengawasnya, coba dipikir dimana logikanya air sungai besar ditutup lalu dialihkan ke sungai kecil. Akhirnya inilah yang terjadi sekarang, ujarnya

Laupe mengungkapkan, atas peristiwa itu kerugian atas rumahnya, rumah, adiknya Tesma dan keluarganya yang juga rumahnya rata dengan tanah kerugiannya, ditafsir kisaran 300 juta

Ditempat yang sama Tesma yang juga rumahnya hanyut terbawa air mengungkapkan, semenjak ditutup mati sungai besar dan dialihkan ke sungai kecil mati ini dirinya selalu ketakutan kalau hujan dan terjadi banjir dan mengaku jika hal itu sudah sering dikeluhkan ke Lurah dan anggota dewan

“Karena memang saya sudah perkirakan air akan larinya kesini semua, dan saya sudah mengadu ke Ibu Lurah dan anggota DPRD Soppeng Fung Samsu,” kata dia.

“Tempat saya mengadu hanya ke ibu Lurah dan Fung Samsu. Bahkan ibu Lurah sudah pernah menyampaikan ke pihak perusahaan agar sungai jangan ditutup mati dan diberikan jalan air namun pihak perusahaan tetap saja tidak gubris, bahkan Fung Samsu juga sudah turun tangan bahkan dan marah-marah di lokasi” ujar Tesma,

“Saya juga sudah pernah sampaikan kalau musim hujan buka dulu penutup sungai itu, dan kalau tidak musim hujan bisa ditutup lagi. Namun keluhan kami tidak pernah digubris,” tambahnya

“Semenjak sungai besar ditutup disini sudah sering kebanjiran dan sudah saya sampaikan ke pihak proyek tapi alasannya akan dibuka, tapi tidak pernah juga dibuka hanya janji saja,” pungkas Tesma

Anggota DPRD Soppeng Fraksi PKB saat dikonfirmasi media ini membenarkan jika dirinya sudah sering mendapat keluhan dari Warga Ompo

“Iya betul betul ndi, jadi begini sebelum kejadian saya akan ada rapat di kantor. Jadi pagi-paginya itu saya telpon Manager perusahaan untuk untuk menjebol tanggul tutup sungai itu. Karena manajer itu tinggal Cenrana maka manajer pergi ambil kunci eskavator di Cenrana tapi malah tertukar bukan kunci eskavator yang diambil malah kunci lain, lalu manajer itu pulang lagi ke Cenrana ambil kunci eksa tapi baliknya sudah tidak sempat lagi, jelas Andi Samsu Rijal.

Pihak PT Arlin Sejahterah saat dikonfirmasi membenarkan sungai itu di potong/ditutup lalu dialihkan ke sungai kecil (Sungai Mati) untuk kepentingan pekerjaan Proyek.

https://youtu.be/Mtgl_7LRmo4

Hingga berita ini terbit pihak awak media ini belum mendapat klarifikasi dari pihak perusahaan. Wisnu Manager PT Arlin Sejahtera saat hendak di konfirmasi media ini tidak berada dikantornya dengan alasan karyawannya mengatakan bahwa Wisnu (Manager) tidak berada ditempat masih berada di lokasi. Saat hendak dikonfirmasi via ponsel, Manager Wisnu tidak mengangkat Ponselnya dan terkesan sengaja menghindari pertanyaan wartawan. (AT)