IMG_20210225_184316_copy_700x400_1614249859776

Menyelisik Penggunaan Dana Hibah HPN Soppeng 2020 Yang Diduga “Bermasalah”

Soppeng Today – Seperti yang diberitakan beberapa media sebelumnya bahwa, pelaksanaan HPN dengan menggunakan dana hibah Pemkab Soppeng, “Batal Terlaksana”. Namun anggaran sebesar 200juta tersebut ludes alias habis terpakai

Anggaran sebesar 200Juta tersebut digelontorkan secara bertahap, tahap pertama sebesar 80Juta dengan Nomor SP2D 000195 cair 10 Februari. Sementara pencairan tahap kedua sebesar Rp 120 juta cair 24 Maret dengan Nomor SP2D 000886.

Terkait pencairan dana tahap ke dua sebesar 120juta tersebut, Kepala Badan Kesbangpol melalui stafnya (Bidang Ketahanan Ekososbud dan Ormas) Sumartina membenarkan pencairan dana tersebut,

“Berdasarkan hasil penelitian dokumen permohonan pencairan dana hibah tahun anggaran 2020 oleh DPKAD Soppeng, Kesbangpol telah memverifikasinya dan anggaran tersebut sudah cair,” kata Sumartina yang didampingi A. Palowongi, Kamis, 25/2/2021 diruangannya.

Dalam pencairan tahap ke dua yang di verifikasi tersebut, Sumartina menjelaskan melalui data tertulisnya, biaya akomodasi (Hotel) sebesar 21Juta, rangkaian kegiatan olahraga sebesar 60Juta, biaya transport dalam rangka Safari Jurnalis 60Juta, biaya pemateri FGD pada acara puncak HPN sebesar 8Juta, konsumsi Panitia HPN di Soppeng 2Juta, biaya operasional konsultasi PP Soppeng – Makassar serta biaya ke Panitia Provinsi Sulsel sebesar 20Juta, hingga total keseluruhan senilai 120Juta.

Dalam menelisik 7 item tersebut, Pengurus Wilayah PWI Provinsi Sulsel membantah adanya aliran dana ke Provinsi sebesar 20 Juta Rupiah

“Nda masuk itu dinda. Jadi sudah pernah dibicarakan waktu itu bersama beberapa pengurus PWI Soppeng, jadi tidak ada itu sama kita,” kata Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Sulsel, Ismail Asnawi via seluler, Kamis 25/2/2021.

“Tidak pernah kita terima darisana itu. Tidak tahulah kalau sekertaris lama yang terima itu uang,” ulangnya mempertegas.

Terkait item rancangan aliran dana sebesar 20 Juta tersebut Fast Rahmat Kami yang akrab disapa A. Mamang mengatakan, Ini yang perlu di clearkan, awal mula sebenarnya dana HPN itu tidak ada, penggunaan dana hibah di Soppeng kemarin itu hanya diperuntukkan untuk PWI Soppeng sama sekali tidak pernah ada proposalnya provinsi, itu murni provosalnya dari PWI Kabupaten Soppeng karena memang diperuktukkan setiap tahun,

Nanti berselang kita rapat pada saat itu, katanya, ditunjuklah Soppeng sebagai tuan rumah, makanya pada saat itu kita kelabakan, dimana kami ambil dana itu.

“Jadi itu murni proposal PWI Soppeng bukan proposal PWI Provinsi,”

Terkait pertanggung jawabannya A. Mamang mengatakan, menyangkut masalah penggunaan anggaran, pertanggung jawabannya itu kami pribadi ke pemerintah daerah karena pemerintah daerah yang kasi kita. Sama sekali tidak ada dananya provinsi bahkan provosalnya provinsi pada saat itu tidak ada

Soal Item yang 20 Juta tersebut Andi Mamang menjelaskan, begini saya terangkanki, 20 juta itu kemarin diperuntukkan pada saat puncak HPN, itu untuk kedatangannya pak Atal Depari (Ketua PWI Pusat) tapi itu kita tidak berikan, itu karena pada saat itu keluar surat untuk penghentian kegiatan HPN itu (Akibat Covid) berdasarkan itu kita tidak laksanakan puncak HPN itu. Itu yang saya diskusikan kemarin, rentetannya itulah yang melalui pembelian APK untuk 11 Puskesmas ditambah dengan masker dan Hand Zanitizer

Bukan saja rangkaian kegiatan olahraga yang kita lakukan akan tetapi juga dalam rangkaian HPN ini ada kegiatan Bakti Sosial, salahsatunya bakti sosial itu, itulah Covid itu, jelasnya

“Rangkaian kegiatan HPN dalam bentuk karya bakti sosial. Dan mengenai semua penggunaan anggaran, saya sudah buatkan laporan pertanggung jawaban,” pungkasnya.

Meski begitu, sebelumnya, Kepala DPKAD Pemkab Soppeng H. Dipa mengatakan, penggunaan Dana Hibah harus dengan peruntukannya sesuai proposal yang dimohonkan

H.Dipa mengungkapkan bahwa saat ini BPK sedang berada di Soppeng beberapa hari ini terkait pemeriksaan keuangan

“Itu BPK diluar sementara masih melakukan pemeriksaan, beberapa hari ini BPK sudah berada di Soppeng,” ucap H. Dipa saat dikunjungi awak media Soppeng Today kemarin, Rabu, 25/2/2021. (AT)