IMG-20201001-WA0006_copy_700x400

Melalui LHB Cita Keadilan Sulsel, Korban Penganiayaan di Barru Harapkan Keadilan

Soppeng Today – Sinare Binti Lacokeng Seorang ibu rumah tangga berumur 64 tahun beralamat di Lawampang, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru mendatangi Abdul Rasyid, SH Direktur LBH Cita Keadilan untuk mendapatkan keadilan, Kamis 1/10/2020.

Kehadiran Sinare di LHB Cita Keadialan Sulsel meminta dan mengharapkan keadilan hukum atas peristiwa penganiayaan yang menimpa dirinya karena, pelaku penganiayaan berat tersebut, sejak masuknya laporan pada 4 Agustus 2020 lalu sampai sekarang penyidik Polsek persiapan Balusu belum melakukan penahanan.

Sinare mengisahkan, kejadian tersebut berawal dari penyampaian tersangka An. Berlian (perempuan) umur kurang lebih 40 tahun meminta kepada korban untuk melihat sapinya yang katanya masuk di kebun tersangka, namun korban bertanya, apa ta yang dimakan?, namun tersangka berlaku kasar bahkan mengeluarkan kata-kata kasar yang dibalas oleh korban dan tiba tiba tersangka mengibaskan parang yang ditangkis oleh korban sehingga tangan korban mengalami luka parah dengan jahitan 12.

IMG-20201001-WA0007_copy_477x693
Bekas luka sobetan tangan korban Sinare Binti Lacokeng saat mengalami penganiayaan

Atas proses yang terkesan lambat tersebut Abd. Rasyid sudah langsung bertemu dengan penyidik (Kanitres) Sultan SH, dan berianji akan menyerahkan dalam tahap kedua.

Ketika ditanya soal kenapa tidak ditahan penyidik mengatakan bahwa itu menjadi ranah subyektifitas penyidik.

Tidak puas dengan jawaban penyidik tersebut, Abd Rasyid yang didampingi Hendra Hasyim bertolak ke Kejaksaan Negeri Barru, bertemu dengan penyidik Tami SH, dan Tami SH berjanji akan merampungkan minggu depan.

Tim LBH berharap tersangka segera ditahan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan oleh karena keluarga korban menyayangkan penyidik tidak melakukan penahan.

Panji Anugrah yang turut hadir di Polsek persiapan Balusu sangat kecewa dengan respon penyidik (Sultan) yang sedikit tertutup, bahkan arogan karena dilarang melakukan pemotretan papan struktur.

Sedangkan Panji Anugrah menilai pelayanan penerima tamu sangat tidak sopan karena sambil main game berbicara dengan Tim LBH Cita Keadilan. (Red)