1645538013696

Marak Berita Hoax, Banyak Vaksin Yang Akan Kadaluarsa, Kapolda Sulsel: Semua Berita Harus Kita Luruskan

Soppeng Today – Terkait dengan banyaknya stok vaksin yang akan kadaluarsa, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dr. Arman Bausat, Sp.B, Sp.OT(K) mengatakan bahwa hal ini terjadi karena droping vaksin yang akan kadarluarsa sulit mengejar sasaran, sementara stok vaksin masih banyak, fasilitas kesehatan Kabupaten dan kota lupa melaporkan vaksin yang akan kadaluarsa.

Hal tersebut dikatakan Kadis Kesehatan Provinsi dalam Rapat Koordinasi bersama Pemkab Soppeng dalam rangka Penanganan Coronavirus Disease 19 (COVID-19), melalui Program Percepatan Vaksinasi di Sulawesi Selatan untuk memenuhi target 100% yang dilaksanakan secara virtual bertempat di Ruang SCC Lamataesso Kantor Bupati Soppeng, Selasa (22/02/2022)

Kemudian kata dia, ada beberapa masalah dalam vaksinasi covid-19 pasca 70% di provinsi Sulawesi Selatan, diantaranya yaitu laju vaksinasi harian sangat rendah karena adanya pemahaman yang salah bahwa capaian vaksinasi 70 % akhir tahun 2021 sudah dianggap selesai karena sudah memenuhi syarat untuk Herd Immunity,

Selanjutnya tambah, Arman Bausa,
berkembangnya hoax tentang efek samping berat terhadap vaksin tertentu, dan Dinas Kesehatan kesulitan dalam menemukan sasaran, juga rendahnya peran serta tokoh masyarakat dalam percepatan cakupan vaksinasi menuju “Herd Immunity”.

“Olehnya itu pada kesempatan ini, saya berharap peran serta stakeholder dalam meningkatkan laju vaksinasi dengan cara meminta kepada seluruh kepala RT/RW untuk mendata warganya yang sudah dan yang belum di vaksin untuk dilaporkan ke Lurah, Kades dan ditindaklanjuti di tingkat kecamatan, memerintahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten dan kota untuk menyiapkan tim vaksinasi dan bersama forkopimda untuk melaksanakan giat kebut vaksinasi, minta dukungan vaksinator keliling Provinsi, serta vaksinator Polda dan Kodam untuk kecepatan laju vaksinasi,” Ujarnya

Menanggapi masalah tersebut, Kapolda Sulse Irjen Pol. Drs. Nana Sudjana AS, M.M, mengatakan, pada rapat koordinasi ini, ada 2 hal yang akan kita bahas yaitu bagaimana penanganan pandemi yang saat ini sedang meningkat serta bagaimana kita secara terpadu dapat melaksanakan vaksinasi untuk kesehatan masyarakat. oleh karena itu, saya harapkan keseriusannya dalam mengatasi hal ini, baik di tingkat pusat maupun di tingkat bawahnya juga.

Dalam penanganan pandemi ini lanjut Kapolda, perlu ada kesamaan dan kerjasama antara forkopimda, jadi saya harapkan ada nilai kebersamaan yang ditunjang dengan kemauan yang sangat besar. Sehingga masing-masing Kabupaten dan Kota harus melakukan srategi dalam memenuhi target vaksinasi ini.

Terkait masalah berita hoax yang menyebar tambahnya, semua berita harus kita luruskan dan mampu melakukan pendekatan dengan masyarakat khususnya tokoh agama dan masyarakat yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Kapolda bersama jajarannya akan melakukan operasi yustisi dan saya minta agar hal ini dilakukan secara terpadu dan disesuaikan dengan nilai karakteristik daerah dan wilayah masing-masing. Dan dalam operasi ini akan diberikan tekanan sanksi namun tetap memiliki nilai edukasi dan pengetahuan terkait dengan masalah bahaya pandemi covid-19.

“Kepada para kepala daerah dan forkopimda agar senantiasa melakukan trobosan dan inovasi dalam rangka percepatan vaksinasi ini, memaksimalkan peran 3 pilar Kades, Lurah, Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta selalu aktif mengecek ketersedian vaksin, vaksin yang digunakan dan vaksin yang diinput dalam aplikasi SmileSmile,” Tutup Kapolda. (AT)