IMG_20190201_145559-700x400

LSM Tipikor Sebut Ada Campur Tangan Kejari Soppeng Pada Tender Proyek

Soppeng Today – LSM Tipikor Soppeng mengungkap adanya campur tangan Kejaksaan pada kegiatan tender proyek yang ada di Kabupaten Soppeng.

“Semua kegiatan tender harus kordinasi dengan kejaksaan,” kata Korwil LSM Tipikor, Arifin pada Soppeng Today, Kamis, 1/2/2019.

“Apakah ini suatu jaminan bahwa tidak ada pelanggaran dilapangan,” ujar Arifin, tambahnyap

Salah satu yang dicontohkan oleh Arifin adalah bangunan Patung Arung Palakka yang ada di Takkalalla,

“Masa itu patung Arung Palakka anggarannya sampai 400 juta lebih sedangkan pondasinya hanya menggunakan pondasi lama,”ungkap Arifin

“Kan tidak masuk akal, selaku LSM saya akan permalahkan ini dan sesuai temuan saya, saya akan laporkan hal ini ke pihak berwajib,”ungkapnya lagi.

Selain itu, Korwil LSM Tipikor ini juga mengungkapkan dugaan korupsi pada bendungan Poloe di Desa Sering Kecamatan Donri Donri

“Terkait bendungan Tanah Poloe di Desa Sering yang menelan anggaran 1,4 milyar itu sudah ambruk, masalahnya, karena diduga tidak memiliki pancang atau penahan dan galian tidak sampai di tanah dasar, sehingga, pasangan beronjong tersebut hanyut terbawa arus,” ungkapnya lagi.

“Ini ada indikasi kerugian keuangan daerah dan ini sudah saya adukan di Polres Soppeng tertanggal 15 Januari 2019 lalu,” pungkas Arifin.

Atas pernyataan Kordinator Wilayah LSM Tipikor Arifin, Kasi Intel KejariĀ  Soppeng Andi Hairil Ahkmad membantah pernyataan Arifin dan menyatakan bahwa itu tidak benar.

“Apa yang disampaikan oleh LSM bahwa setiap tender proyek harus koordinasi dengan kejaksaan adalah tidak benar,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Soppeng, A. Hairil Akhmad, diruangannya, Jumat,1/2/2019.

“Semua itu adalah kewenangan mutlak ULP (Unit Lelang Pengadaan) dan kami tidak pernah mencampuri ataupun mengintervensi,” pungkasnya. (AT)