IMG_20181020_135506-700x350

Korban Penganiayaan di Cabbeng, 22 Tahun Belum Sembuh

Soppeng Today – Firman (39) warga Cabbeng korban penganiayaan mengalami strok selama 20 tahun setelah sebelumnya 2 tahun hanya bisa terbaring tak berdaya akibat gegar otak yang dialaminya.

Diceritakan Muhaimain sahabat Firman, kejadiannya berawal dari tahun 1996, Firman bernyanyi di salahsatu acara panggung dalam rangka memeriahkan tujuh belas Agustus di Cabbeng bersama dengan seorang wanita.

“Namun ternyata pacar wanita tersebut merasa cemburu dan mengatur strategi mengajak 2 rekan lainnya untuk mengeroyok Firman,” kata Muhaimin, Sabtu, 20/10/2018, mengisahkan di Warkop Sedap Kota Soppeng.

“Pengeroyokanpun terjadi pada malam itu. Akibatnya Firman korban penganiayaan tak berdaya dengan serangan ketiga laki laki tersebut, satu diantaranya menggunakan kayu balok akhirnya Firman pingsang waktu itu,” ucap Muhaimin mengisahkan peristiwa malam Naas bagi Firman tersebut.

Firman korban penganiayaan
Bekas luka di kepala korban penganiayaan Firman

Menurut sepengetahuan Muhaimin, ke 3 pelaku penganiayaan tersebut hanya di vonis 3 bulan penjara pada waktu itu.

Namun, kata Muhaimin, atas ketidak adilan hukum yang ditimpakan kepada 3 tersangka tersebut Allah berkehendak lain terhadap mereka.

“Setelah bebas dari vonis penjara, ke tiganya sudah dipanggil oleh yang Maha Kuasa setahun setelah peristiwa itu,” ujar Muhaimin yang mengaku tahu persis atas peristiwa kejadian itu.

Dikatakan Firman terbata bata, “Ada permainan uang,” ucap Firman yang sulit diucapkan dan kaku, tapi diperjelas dengan menyentuhkan ibu jari dengan telunjuk jari sambil menggosok gosokkannya.

Saat ini, sudah 22 tahun kondisi korban (Firman) tidak lancar berbicara dan sulit berjalan serta nampak kepala bagian belakang masih terlihat bekas pecah yang sudah mulai berangsur sembuh (AT)