IMG_20190916_150257-700x400

Kebiri Predator Anak, “Sangat Perlu Dilakukan?”

Soppeng Today – Selain hukuman perjara, Kebiri Predator Anak sangat perlu dilakukan untuk memberikan efek jera selain hukuman penjara bagi pelaku

Hal tersebut diungkapkan oleh Bidang Perlindungan Anak dan Perempuan Provinsi Sulsel Meisy, MSc, PH, di Polres Soppeng saat melakukan pendampingan terhadap kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawa umur atas terdakwa penjual asongan di Soppeng.

Menurut Meisy, perlunya kebiri terhadap pelaku adalah salah satu upaya menekan maraknya perilaku Predator Seksual khususnya terhadap Predator Anak.

“Saya kira kebiri bagi pelaku sangat penting untuk dilakukan demi memberikan efek jera terhadap pelaku itu sendiri dan contoh bagi yang lainnya,” kata Meisy, Senin (16/9/2019).

“Tujuan kebiri juga salah satu cara untuk menurunkan tingkat gairah seksual yang bisa menyiksa pelaku dan menjadi pencegahan terjadinya korban korban berikutnya,” tambahnya.

Meisy mencontohkan, “di Pulau Jawa belum lama ini sudah ada Hakim yang memutuskan terdakwa dijatuhi hukuman 10 tahun plus kebiri,” kata dia.

Meisy memaparkan, ketika pelaku tidak dikebiri saat diperjara, nanti hormonal dan hasrat nafsu seksualnya semakin meningkat sehingga itu sangat berbahaya bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Dan setelah bebas, nantinya bisa jadi akan adalagi korban korban berikutnya.

“Kebiri adalah menghilangkan hasrat seksualnya, ini sangat menolong bagi pelaku itu sendiri, oleh karena kejahatan seksual berbeda dengan kejahatan kriminal lainnya, kalau misalkan seorang kriminal yang masuk penjara bisa jadi setelah dipenjara menjadi sadar dan insaf, akan tetapi, Predator seksual sangat berbeda, karena dorongan seksual itu lahir dari dalam dan sulit untuk dikontrolnya karena itu adalah penyakit dan juga penyakit sosial,” ungkap Meisy.

“Olehnya itu, hukuman kebiri ini sangat perlu dilakukan,” tegas dia.

Meisy menambahkan, Polres Soppeng ini kami akui sangat serius menangani kasus pelecehan seksual termasuk PPA Pemkab Soppeng, tutupnya.

Baca Juga:

Predator Seksual Marak di Soppeng, Anak Disabilitas Diperkosa 6 Orang

Diduga Lecehkan Anak Dibawah Umur, Pengusaha Warkop Ini Berurusan Dengan Polisi

Wanita Tunawicara Diperkosa Mertua Hingga Hamil

Untuk diketahui, kehadiran Tim Perlindungan Perempuan Provinsi Sulsel ini dalam rangka mengawal kasus pelecehan seksual anak yang mana pelakunya adalah seorang pejual asongan yang sementara ini kasus tersebut sudah bergulir di Persindangan Pengadilan Negeri Soppeng.

Tim PPA Provinsi Sulsel ini tiba di Soppeng sekitar pukul 11.45 Wit bersama LBH Anak dan dikawal Kabid PPA Soppeng dan selanjutnya akan mengikuti persidangan di PN Soppeng setelah mengawal proses kasusnya di Polres Soppeng. (AT)