IMG_20190325_112002-700x400

Kasus Penganiayaan Siswa di SMP 5 Lawo, Berakhir Damai

Soppeng Today – Masih ingat kasus penganiayaan yang terjadi di dalam kelas di SMPN 5 Lawo?, kini telah menempuh jalur damai secara kekeluargaan.

Perdamaian ini di mediasi oleh Pemerintah Kepala Kelurahan Ompo Andi Akmal di Kantor Kelurahan Ompo pada, Senin, 25/3/2019.

Orang tua korban (If) yang sebelumnya telah melapor di Polres Soppeng atas penganiayaan oleh 7 orang terhadap anaknya, berencana akan mencabut kembali laporannya setelah adanya permintaan maaf dari orang tua pelaku dan adanya damai yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

Menurut Kepala Kelurahan Lawo Andi Akmal, perdamaian ini adalah hal terbaik sehingga tetap sebagai warga saling menjaga tali siturrahim.

Orang tua siswa juga meminta kepada pihak sekolah agar meningkatkan pengawasan dalam sekolah agar kenakalan anak anak pelajar ini bisa di minimalisir.

Orangtua korban, ARH berencana pada hari ini akan mencabut kembali laporannya di Polres Soppeng.

“Hari ini saya akan mencabut laporan saya di Polres Soppeng. Awalnya memang saya tidak terima, namun, setelah beberapa kali para orang tua para pelaku mendatangi saya dan meminta maaf, ya… sebagai manusia biasa saya menyadari tidak ada yang tidak mungkin untuk di maafkan, apalagi anak sekolah sekarang jalani semester nantinya bisa berdampak pada proses belajarnya,” kata AR.

Untuk diketahui, seperti yang diberitakan sebelumnya, siswa SMP 5 Lawo (If) dikeroyok didalam kelas oleh 7 orang, 5 orang pelakunya adalah pelajar di sekolah tersebut dan 2 orang pelakunya berasal dari sekolah lain.

Menurut saksi (teman sekelas If) If yang sementara berada dalam kelas didatangi oleh 7 orang, If dikuncikan pintu ruang kelas dan dikeroyok secara bersama, untungnya salah seorang siswi lainnya pergi melapor ke guru, guru kemudian datang ke kelas menghentikan pengeroyokan ini.

Informasi yang berhasil dihimpun Soppeng Today, perselisihan yang terjadi dengan teman sekelasnya ini berawal dari percekcokan perebutan pacar di media Sosial FaceBook yang berujung ke pengeroyokan dan penganiayaan didalam kelas.

Mediasi damai ini dihadiri oleh seluruh orangtua pelaku dan orangtua korban serta Kepala Sekolah SMPN 5 Lawo. (AT)