IMG_20211126_092213

Kasihan, Nenek Rentah 72 Tahun di Soppeng Hidup Terlunta-Luntah Usai Rumahnya Dibongkar Paksa Menantu

Soppeng Today – Nasib malang menimpa seorang wanita tua di Tanjonnge Desa Marioriaja, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng. Bagaimana tidak, Nenek Kartini (72) di usia senjanya itu dimana tubuh rentahnya butuh istirahat di sebuah rumah agar terhindar dari panasnya terik matahari dan dingin dikala hujan. Namun apa mau dikata nasib berkata lain

Nenek Kartini harus menjadi tuna wisma di usianya yang rentah hidupnya tak menentu dan terlunta-lunta setelah rumahnya di bongkar paksa oleh menantunya sendiri

Entah dendam apa yang merasuki seorang menantu hingga tega memerintahkan pembokaran paksa rumah milik Nenek Kartini yang berada diatas lahan tanah miliknya.

Insiden pembokaran paksa rumah milik Kartini tersebut terjadi pada 5 Januari 2021 lalu saat Kartini bertanda ke rumah ponakannya di Kabupaten Barru. Nenek tua Kartini pun sedih setelah mendapat kabar dari tetangganya di Tanjonnge jika rumah panggung miliknya yang berdiri diatas lahan tanah milik menantunya itu telah di bongkar dan sudah rata dengan tanah.

Sejak insiden pembongkaran rumahnya itu, hidup wanita tua ini tak menentu dan menjadi Tuna Wisma. Untuk bisa bertahan hidup Kartini hanya numpang bernaung dan makan di rumah orang lain, atau dirumah ponakan secara silih berganti

Salah satu orang yang biasa menampung Nenek Kartini adalah Jufri(45) (ponakan) yang hidup juga pas-pasang sebagai seorang petani

Jufri menceritakan, “Sejak rumahnya tidak ada hidupnya tidak menentu kadang tinggal sama saya, kadang juga pergi ke Barru, biasa juga numpang sama saudara Almarhum suaminya Na Fasiselle mani kasi (Silih berganti)

” Nenek Kartini itu, tidak ada kerjanya kan sudah tua, suaminya juga sudah meninggal, ada anaknya 4 orang tapi tidak yang tinggal di Soppeng pada merantau semua. Cuma saya ponakannya yang ada di Soppeng.

lebih jauh Jufri mengisahkan kisah Kartini, sebelumnya rumah yang di bongkar oleh sang menantu di Tanjongnge itu berada di Kabupaten Barru. Menantunya sendiri kata Jufri, yang memindahkan rumah Kartini itu ke Tanjong nge Soppeng. Namun, setelah menantunya itu berpisah dengan istrinya dengan anak 1 tersebut (Anak Kartini) dia pula yang memerintahkan pembokaran rumah satu-satunya tempat bernaung nenek Kartini, papar Jufri.

Kini hidup Kartini terlunta-lunta, hidup sebatang kara di Soppeng dan numpang bernaung dan makan silih berganti dengan belas kasihan di Bumi Latemmamala ini.

Adakah para Dermawan atau pihak pemerintah yang perduli dengan nasib nenek tua Kartini yang sudah tua rentah dan satu-satunya Tuna Wisma di Soppeng yang diketahui Tim Redaksi Soppeng TodayToday??. (AT)