IMG_20190203_141900-700x400

Kadis LH ‘Geram’, “Tidak Ada Korupsi Pada Proyek Patung Arung Palakka”

Soppeng Today – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Soppeng A. Aswan Said ‘geram’ atas pernyataan Korwil LSM Tipikor Arifin yang menyebut bahwa pekerjaan proyek patung Arung Palakka di Takkalalla dengan anggaran 470 juta hanya menggunakan pondasi lama, Minggu, 3/2/2019.

Foto: Tiang Penyangga Cakar Ayam Patung Arung Palakka, Sebelum berdiri

“Itu patung Arung Palakka menggunakan cakar ayam bukan pondasi. LSM jangan cuma mengira-ngira, sebab, kalau kita terlapor, penyidik turun dan kita diperiksa lalu tidak ada masalah maka saya tidak akan diam,” kata A. Aswan Said, Via seluler Minggu, 3/2/2019.

“Saya akan menuntut balik,” tegasnya.

“Haknya LSM untuk mengontrol tapi jangan coba-coba melaporkan hanya dengan data menduga duga. Saya tidak akan tinggal diam dan melaporkan kembali pencemaran nama baik,” ucap A. Aswan mengulang ketegasannya.

Besi Cakar Ayam Patung Arung Palakka

Kadiis Lingkungan Hidup menyebutkan pihaknya sudah berusaha bekerja dengan baik tidak ada mental mental buruk pada pemerintahan sekarang ini jadi LSM jangan hanya menduga duga.

Pekerjaan Patung Arung Palakka, menurut Andi Aswan, sudah sesuai dengan perencanaan dan RAB

“Itu sudah sesuai dengan perencanaan dan RAB. Malah, volumenya lebih dari yang tadinya hanya 5 meter persegi menjadi 6,7 meter persegi,” ungkapnya

“Dimana unsur korupsinya,” tanya A. Aswan

Dijelaskan Andi Aswan, Patung Arung Palakka tersebut di datangkan dari Jawa dan patung tersebut terbuat dari kuningan bukan tembok,

“Karena kita ingin ketahanannya bisa sampai berpuluh tahun kedepan,” paparnya.

“Tolong sampaikan ke Arifin, dengan pernyataannya lewat media dan dibaca oleh banyak masyarakat muda-mudahan tidak ada menimbulkan presepsi buruk terhadap kami. Karena pastinya saya tidak akan tinggal diam,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Korwil LSM Tipikor Arifin pada pemberitaan sebelumnya pada Soppeng Today. Ia menyebutkan bahwa bangunan Patung Arung Palakka yang menelan anggaran 470 juta hanya menggunakan pondasi lama. Selain itu Arifin juga menyebutkan jika anggaran 400 juta tersebut tidak masuk akal jika dibandingkan dengan volume pekerjaan. (AT)