Jumardin Terdakwa Kasus Pencemaran Nama Baik di Vonis 10 Bulan

Soppeng Today – Ketua Majelis Hakim PN Soppeng Rahmat Dwinanto, SH, MH dalam kasus pencemaran nama baik menjatuhkan Vonis 10 bulan terhadap terdakwa Jumardin warga Soppeng, Rabu (9/10/2019)

Dalam pertimbangannya setelah memeriksa saksi saksi termasuk saksi ahli. Jumardin dinyatakan secara sah dan meyakinkan dinyatakan bersalah berkesesuain dengan pasal yang disangkakan dalam UU ITe terkait pencemaran nama baik.

Hakim menilai pasal yang dikenakan memenuhi unsur yakni memposting melalui FB adalah juga sama dengan dimuka umum yang dapat diakses semua orang secara umum dan berdampak pada pencemaran nama baik terhadap korban (Asis Matto).

“Tanpa hak terdakwa telah mendistribusikan melalui alat elektronik dengan menggunakan HandPone melalui akun FB yang dapat diakses oleh semua orang,” kata Hakim.

Selain Vonis 10 bulan, hakim juga memerintahkan untuk penyitaan sebuah HandPone yang digunakan oleh terdakwa Jumardin dalam melakukan perbuatannya untuk dimusnahkan.

Jumardin setelah dibacakan vonisnya menyatakan pikir pikir dulu untuk menerima atau tidak. Hakim memberikan waktu kepada Jumardin selama seminggu untuk pikir pikir.

Usai sidang Jumardin yang diwawancarai Soppeng Today mengatakan tidak menerima amar putusan Hakim

“Yang jelasnya saya tidak terima dengan vonis tadi, karena kenapa, menurut pengertian saya orang yang bisa di hukum itu kalau ada yang dirugikan, dan ini siapa yang saya rugikan,” kata Jumardin

“Kemudian ada bahasa bahwa saya cemarkan nama baiknya Asis Matto, sampai sekarang koq masih bekerja, dimana letak pencemaran nama baiknya. Maka dari itu saya akan banding,” ungkap Jumardin.

Untuk diketahui, kasus ini berawal ketika akun Jontrafolta Jumardin memposting di group Berita Kejadian Kabupaten Soppeng dengan memposting beberapa foto proyek pekerjaan Asis Matto dan kemudian ditanggapi beberapa Netizen termasuk akun Sainal Kasus.

Pada komentar akun Sainal Kasus menulis “Setau saya sudah disuruh benahi pekerjaannya sama PPK PSDA, gak tau apakah sudah dibenahi atau tidak”

Komentar tersebut dibalas oleh Akun Jontrafolta Jumardin yang mengatakan, “Alhamdulillah sampai sekarang belum ada perbaikan”

Percakapan tersebut juga masuk dalam pembacaan Hakim pada sidang vonis yang usai di gelar hari ini.

Meski postingan tersebut sudah dihapus oleh admin group Berita Kejadian Kabupaten Soppeng (BKKS) Namun, pihak yang berwenang termasuk korban Asis Matto telah menyimpang hasil secrenshotnya.

“Iya sampai sekarang saya juga masih menyimpang Secrenshotnya dari BKKS,” ujar Asis Matto.(AT)