1642840929909

Innalillahi, Budi Warga Mariorilau Yang Hidup Sebatangkara dan Sakit Keras, Meninggal Dunia

Soppeng Today – Budi (60) warga Dusun Atakka, Desa Mariorilau, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng yang hidup seorang diri dalam keadaan sakit keras  meninggalkan dunia hari ini sekitar jam 12 siang, Sabtu 22/1/2022

Budi yang berumur 60 tahun ini berpulang ke haribaan Ilahi setelah cukup lama bergelut seorang diri melawan penyakit asma yang dideritanya

Seperti yang diberitakan Soppeng Today sebelumnya, Budi yang terbaring di ranjang dalam kondisi sakit keras hanya dibantu oleh tetangga-tetangganya untuk makan dan minum hari-harinya

Setelah awak media ini melaporkan nasib yang dialami Budi ke Dinas Sosial. Kepala Dinas Sosial berjanji akan menindaklanjuti untuk menurunkan tim

Kemarin Jumat pagi, 21/1/2022 Kadis Sosial membuktikan ucapannya dengan menerjunkan Timnya yakni Kabid Rehsos (Rehanilitasi Sosial) dan timnya yang terdiri dari tenaga medis. Namun, apa hendak dikata sang Khaliq berhendak lain sehari setelah kunjungan oleh Dinas Sosial, Budi telah berpulang ke Rahmatullah. “Selamat Tinggal Kakek Budi” Semoga kemiskinanmu digantikan dengan pintu Sorga oleh Allah Subhanahu WA Ta’ala. Amin….

Kepala Dinas Sosial turut berduka

“Setelah dikonfirmasi Inalillahi Wa innalillahi Raji’un. Alfatihah untuk almarhum. Yang bersanhkutan memiliki keluarga kemanakan, ipar tapi lebih memilih hidup sendiri. Saat dikunjungi ybs dlm kondisi sehat sempat duduk berkomunikasi …dan telah diminta ke kades untuk memperhatikan dan memproses kelengkapan adm kes dan bantuan ybs dn akn ttp tindklanjuti prosesx sesuai kewennga dinsos…semoga almrhm mendapat tempat yg layak disisix..dn membawa hikmah bgi semuax,” tulis Kepala Dinas Sosial via Whatsapp pada redaksi Soppeng Today, Santu, 22/1/2022.

Budi yang seharusnya layak mendapatkan BPJS namun Faktanyanya ia tidak memiliki BPJS

Fakta ini diungkapkan Andi Oddang yang juga adalah saudara kandung Kepala Desa Mariorilau

“Tidak ada BPJSmya (Budi) Disinilah kurang jelinya kepala desa, artinya saya mengkritisi nya meskipun saudara saya sendiri. Semestinya masyarakat-masyarakat begitu yang harus diperhatikan,” kata Andi Oddang yang sementara berada di rumah duka.

Sakitnya itu kata dia, sudah lama sesak nafas tapi yang parah-parahnya se bulan lebih ini. Diketahuinya tidak ada BPJSnya saat mau dibawa ke rumah sakit setelah di cek datanya memang tidak ada BPJS nya, disinilah saya sesalkan kurang jelinya kepala desa padahal ia itu (Almarhum) biasaji dipanggil ke rumah orang tua bantu-bantu kalau ada yang mau diangkat.

H.Aras juga tambah dia, pernah mau bawa ke rumah sakit dan tanggung biayanya tapi yang jadi kendala tidak ada yang bisa jagai. tapi tim sahabat H Aras nggota DPR-RI itu seringji datang jenguk, Selain itu ada Andi Pulli.

“Ituji setahu saya anggota Dewan perhatikan dia dan saya bisa pertanggung jawabkan kata-kataku ini kalau dianggap tidak benar karena saya tahu persis,” ungkap Andi Oddang

“Ada juga bedah rumah yang dibantukan oleh H. Aras sempatji dia tempati baru meninggal,” pungkasnya. (AT)