Ibu Korban Predator Seksual Anak Minta Terdakwa Divonis Seberat-Beratnya

Soppeng Today – AI (44) Orang tua korban pencabulan anak dibawah umur minta agar Hakim Pengadilan Negeri Soppeng memvonis terdakwa seberat beratnya.

Sidang vonis akan berlangsung pada Rabu, (8/1/2020) yang di agendakan pada pukul 10.00 pagi besok

“Saya minta Hakim agar memvonis pelaku yang seberat beratnya dan seadil adilnya atas perlakuan bejatnya. Malah kalau perlu itu dia dikebiri,” kata AI, Selasa, (7/1/2020).

“Karena masa depan anak saya sudah rusak, hancur masa depannya. Mana rasa malu yang tak terhingga. Malunya akan dibawa sampai mati,” tambah AI orang tua korban.

Sembari menangis (AI) menceritakan kisah pilu yang dialami anaknya Melati (9) (Inisial). Menurutnya, anaknya bukan hanya dilecehkan akan tetapi disiksa diancam dan di perkosa. Diceritakannya, perlakuan terdakwa HH alias HDR berlangsung selama 1 tahun sejak anaknya masih duduk di kelas 2 SD sampai kelas 3 SD.

“Dari umur 8 tahun sampai umur 9 tahun sejak SD kelas 2 sampai kelas 3 anak saya diperlaku dengan kejam, anak saya bahkan diancam akan dibunuh jika membeberkan perlakuan bejadnya itu mas. Bukan hanya dilecehkan tapi juga diperkosa,” ungkap AI.

“Awalnya memang laporannya di Polisi pelecehan akan tetapi setelah di visum ternyata anak saya juga mengalami pemerkosaan ber ulang ulang, hampir saya pingsan pak saat mengetahui itu,” jelasnya.

Pantas saja, kata IL, anak saya yang tadinya periang gembira super ceria super komentar tiba tiba menjadi anak yang pendiam dan jika diajak ngomong matanya hanya melotot.

AI menceritakan kehidupan Melati (Inisial) sampai saat ini anak saya masih trauma apalagi jika melihat pisau, karena memang pengakuan anak saya pernah diancam pakai pisau jika melaporkan perbuatan itu orang, kepalanya sering sakit serta masih mengalami bengkak dan rasa sakit pada ….. (Maaf kata disensor redaksi)

Ditambahkan AI, sampai saat ini masih menanggung rasa malu yang sangat tidak terhingga, anak saya juga sudah tidak mau pergi sekolah maupun pergi mengaji, ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, HH alias IDR salah seorang penjual somai di Soppeng diamankan Reskrim Polres Soppeng setelah menerima laporan dari orang tua korban pada 6 September 2019 lalu.

Dari keterangan saksi saat itu, IDR kerapkali kali mencabuli korban di salah satu WC masjid yang ada di Soppeng.

Menurut teman korban, suatu hari pernah pelaku penjual somai ini kepergok sedang memperlakukan korban didalam WC masjid. Namun para teman korban diancam oleh pelaku agar tidak membeberkan perlakuan bejad ini.

Bukan hanya 1 Melati yang menjadi korban pelecehan anak, akan tetapi dari data yang dihimpun dari pihak Polres Soppeng ada beberapa korban lainnya dengan pelaku yang sama. Namun, untuk saat ini yang masuk dalam proses pengadilan masih kasus melati anak 9 tahun ini. Sehingga beberapa kalangan yang menilai perbuatan tersebut adalah salah satu golongan Predator Anak. (Red)

Ini sebagian keterangan orang tua korban pada media ini: