IMG_20180618_160747-700x400-525x300

Halal Bihalal, Satukan Keluarga Besar Petta Bau Haji Singkerrukka (Arung Ujung)

SoppengToday – Acara Halal Bihalal keluarga Besar Petta Bau Haji Singkerurukka (Arung Ujung) yang diadakan di Cafe RestoTriple 8 pada, (18/6/2018)

Pada kegiatan Halal Bihalal ini, dihadiri oleh segenap keluarga besar Petta Bau Haji Singkeru’Rukka (Arung Ujung). Terlihat pada kegiatan ini tidak dihadiri oleh pejabat Kabupaten Soppeng. Yang hadir menurut keterangan Andi Bau Waris hanyalah para keluarga.

“Kegiatan ini adalah murni kegiatan kekeluargaan tidak ada hubungannya dengan politik maupun pemerintahan, kegiatan ini dalam rangka menyatukan keluarga, dan kegiatan ini merupakan sarana untuk mempertemukan guna mendekatkan diri dengan keluarga serta mempererat tali silaturahmi,” ungkapnya.

Menurutnya, tema Halal Bihalal tahun ini adalah, “Sirui Menre’ Tessi Noo,” selaras dengan peribahasa yang mengatakan, Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh.

“Acara pertemuan seperti ini tentu sangat penting dan memiliki makna ganda yang mendalam, kita yang berdomisili pada berbagai daerah dan berbagai kesibukan, keseharian yang beragam mungkin agak sulit untuk berkumpul bersama, sehingga, ini merupakan momentum yang sangat tepat dalam rangka Ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan dapat kita bangun dan tidak menutup kemungkinan menjadi kekuatan besar” ujarnya

mengingat, kata Andi Bau Waris, tertua kita yang memiliki 21 istri yang dapat dibayangkan seberapa banyak keturunannya dan kalau bisa bersatu maka, saya yakin kita akan disegani dan insya Allah apapun dapat kita raih pada masa-masa mendatang.

“Tantangan kehidupan akan semakin sulit sehingga, perlu kegotong-royongan keluarga kita untuk saling membantu dan saling tolong-menolong serta saling mendukung. Kalau masih bisa dengan keluarga Kenapa harus dengan orang lain” ucap Andi Waris,” kata Andi Waris

Saat ditanya Soppeng Today tanggapannya terhadap pemerintahan sekarang ini, mewakili keluarga Besar Petta Bau H. Singkerurukka mengatakan,

“Kita angkat dari adat Falsafah kehidupan masa lalu yang ditanamkan didalam Lontara, karena Lontara itu tidak mengenal ruang dan waktu, masalah pemerintah, siapapun yang memerintah butuh dukungan moral, karena runtuhnya sebuah pemerintahan oleh karena moral yang ditinggalkan oleh leluhur ini, kita tinggalkan. Olehnya itu, budaya ini harus dikembangkan, di lestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang” tegas Bau Waris.

“Adat yang sebenarnya itu adalah jatidiri kita sebagai manusia, intinya adalah Siri’ Na Pac’ce ada dalam hati dan diri. Orang yang menjunjung tinggi rasa malu maka, tidak mungkin akan melakukan sesuatu hal yang tidak terpuji” tambahnya

Melihat pemerintahan saat sekarang ini Andi Bau Waris mengatakan, pemerintahan yang ada saat sekarang ini tidak terlepas dari kemajuan kerajaan-kerajaan Datu dulu. Tentu ada kebaikan-kebaikan yang ditinggalkan kemudian disambung terus oleh beberapa bupati sampai saat ini, kesemua bupati tersebut punya andil, semua punya kebaikan dan tetntunya juga semua punya kekurangan.

Namun, menurut Andi Bau Waris, sampai hari ini kinerja Andi Dulli memang agak menonjol dibandingkan dari yang lain dari segala lini, baik segi budaya maupun Ekonomi.

“Pemerintahan semua sejalan berbarengan semasa pemerintahan A. Dulli. Maka, beberapa penghargaan yang diraih selama Bupati itu sudah sewajarnya dan memang ril sesuai faktanya dilapangan.” Pungkasnya. (As)

Video Wawancara Andi Bau Waris

Baca Juga:
A. Kaswadi, Bangga Sebagai Alumni SMAN 200 Watansoppeng
Taman Kalong dan Villa Yuliana Di Geruduk Ribuan Orang
Bupati Soppeng dan Wakil, Mengunjungi Gubernur Sulsel

Tinggalkan Balasan