IMG_20190206_164556-700x400

Fasilitas Milik Pemerintah, Diduga Digunakan Baleho Caleg

Soppeng Today – Salah satu lahan milik pemerintah diduga dijadikan tempat pemasangan Baleho Caleg yakni rumah/ lahan dinas pertanian yang terdapat di Dusun Asseleng, Dare Ajue Kecamatan Donri Donri, Rabu, 6/2/2019.

Firman dan Baleho Caleg di Lahan Milik Negara. Tepatnya Didepan Rumah Dinas Gudang Milik Pertanian

Menurut Firman penjaga (Securiti) yang tinggal di rumah dinas pertanian tersebut mengatakan, memang lahan tanah seluas yang seluas 1 hektar lebih adalah milik pemerintah termasuk gardu yang dibuatnya didepan rumah dinas tersebut adalah lahan pemerintah, ungkapnya.

Namun terkait pemasangan Baleho, kata Firman, dirinya tidak paham jika yang merupakan fasilitas pemerintah dilarang untuk memasang baleho caleg.

“Saya tidak paham pak kalau itu dilarang. Suatu hari datang orang minta ijin ke saya untuk pasang baleho dan saya iyakan. Namun, kalau memang itu dilarang saya bersedia untuk mencabutnya kembali,” kata Firman, Rabu, 6/2/2019, saat ditemui di rumah dinas yang ditempatinya.

Firman menceritakan bahwa, dirinya sudah 10 tahun menempati rumah dan lahan milik pemerintah tersebut, lalu didepan rumah dinas dirinya membuat gardu untuk menjual sebagai tambahan tambahan penghasilan.

Firman mengungkapkan jika selama gudang pabrik pupuk ini berdiri sering kedatangan tamu pertanian dari Pusat.

“Sering datang rombongan tamu dari pusat datang dan kabupaten pak,’ jelasnya.

Atas dugaan pelanggaran pemasangan baleho caleg pada fasilitas pemerintah tersebut, ketua Bawaslu Soppeng Winardi mengatakan akan menyampaikan kepada Panwascam untuk ditindak lanjuti.

“Kami akan menyampaikan ke Paswascam untuk segera turun lapangan menindak lanjuti temuan wartawan tersebut,” kata Winardi.

Terkait aturan Winardi mengatakan, “Semua fasilitas pemerintah dilarang digunakan untuk pemasangan baleho caleg, terkecuali titik titik yang sudah ditetapkan oleh KPU dan ada ijin dari pemerintah,” tegas Winardi.

“Atas laporan ini pihak kami akan turun croscek dilapangan dan jika memang ada aturan yang dilanggar maka kami akan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Winardi. (AT)