IMG20210209174126_00_copy_700x400_1

Efek Jera, 65 Warga Lilirilau Diciduk Tim Gabungan Gugus Covid

Soppeng Today – Sebanyak 65 orang warga terdiri dari pelajar, pengunjung serta pemilik warung kopi dan rumah makan di wilayah Kecamatan Lilirilau terjaring operasi penertiban Prokes Covid-19

Operasi gabungan TNI – Polri dan Pol PP ini dimulai sejak siang tadi pukul 2.00 wita. Dari para warga Lilirilau ini terdapat siswa/pelajar sebanyak 21 orang, pelaku usaha atau pemilik warung makan dan kopi sebanyak 10 orang sementara pengunjung warung makan dan warkop sebanyak 34 orang.

IMG20210209180612_00_copy_700x400
Pemilik Warkop dan Rumah makan saat diberi pembinaan oleh personil Kodim Soppeng

Personil Kodim yang memberikan pembinaan kepada warga yang berada di posko penanganan Covid mengatakan, hal ini kita lakukan atas perintah pimpinan dan untuk eferk jera

“Kita hanya memberi efek jera karena sebelumnya sudah ada himbauan untuk tidak berkumpul di warung kopi termasuk pemilik usaha sebenarnya sudah tahu itu,” kata Serka Mansyur, Senin, 9/2/2020.

“Setelah kita beri pembinaan, kita buatkan surat perjanjian untuk tidak mengulang lagi kumpul – kumpul dan mereka dipulangkan kembali,” tambahnya.

“Pada intinya ini hanya untuk efek jera,” pungkas Serka Mansur.

Kaatpol PP Soppeng Drs A. Muh Surahman, M.Si kepada pemilik warung kopi dan rumah makan dalam pengarahannya mengatakan, kali ini kita hanya beri pembinaan dan buatkan surat pernyataan, tapi kalau melanggar lagi akan ada sanksinya terkait UU karantina kesehatan.

IMG20210209173651_00_copy_700x400
Siswa/Pelajar yang terjaring operasi gabungan saat diberi pembinaan

Dia juga berharap kepada seluruh warga masyarakat agar mendukung pemerintah dalam menangani covid ini dengan menerapkan prokes, tidak berkumpul, menjaga jarak dan menggunakan masker

IMG20210209173833_00_copy_700x400
Warga masyarakat yang terjaring operasi sedang kumpul – kumpul di warung kopi dan rumah makan

“Tolong masyarakat dibantu tugas kita ini untuk tidak keluyuran diluar rumah, karena, sudah hampir satu tahun kita dilapangan terus, sudah banyak tenaga medis yang terpapar dan teman – teman (Satpol PP) sudah banyak yang mulai kelelahan,” pinta Andi Surahman. (AT)