IMG_20190720_212319-700x350

Dua Politisi Muda Golkar, Ungguli Andi Mapparemma di Dapil 1

Soppeng Today – Kancah Politik telah berakhir penetapan KPU pun telah ketok palu, hasilnya, Partai Golkar mengungguli Rival rivalnya di Pileg 2019 dengan perolehan 12 kursi di 5 dapil yang terdiri dari 8 Kecamatan, Sabtu (20/7/2019)

Tak terduga, Politisi muda Golkar A. Wardah dan H. Ismail secara suara pribadi telah mengungguli suara ketua DPC PDI Perjuangan Andi Mapparemma yang terpaut selisih 700 lebih suara di dapil Lalabata Ganra.

Perolehan A. Wardah sebesar 3.755 suara disusul H. Ismail atau yang dikenal dengan akronim sahabat HIHC dengan suara sebanyak 3.184 sementara A. Mapparemma dengan suara sebanyak 3.048.

Tak ketinggalan, pendatang baru dalam dunia per politikan di Soppeng melenggang juga ke Parlemen dan turut menduduki 1 kursi yakni, Andi. Rusly Razak dengan perolehan suara sebesar 2.576.

Dari 8 Kecamatan terdapat 30 kursi yang diperebutkan. Partai Golkar dengan ketangguhan caleg calegnya mampu mengantongi 12 kursi, sementara PDI P dan NasDem masing masing hanya 5 kursi, demikian juga skor imbang Demokrat dan Gerindra masing masing 3 kursi disusul PPP dan PKB masing masing 1 kursi

Dengan perolehan kursi terbanyak yang di monopoli oleh Golkar, dapat dipastikan pucuk pimpinan DPRD Soppeng akan diduduki oleh Partai yang berlambang pohon Beringin tersebut.

Ketua KPU Soppeng usai rapat Pleno penetapan Caleg terpilih mengatakan, “Rapat Pleno penetapan caleg terpilih pada pemilu serentak 2019 tadi itu sudah final dan mengikat. Kami sudah menyerahkan salinan putusan ke masing masing Partai,” jelas Muh Hasbi.

Tak lupa tambah Hasbi, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah telah turut serta berperan serta, sehingga, Pileg 2019 ini telah berjalan dengan sukses.

“Khususnya kepada Bawaslu mau tidak mau, saya harus katakan, anda hebat telah sukses mengawal proses Pemilu dengan baik hingga selesai,” ujar Hasbi.

Hasbi juga mengapresiasi kinerja Polres Soppeng yang telah mengawal kemananan Pilpres dan Pileg dan telah sukses memberi rasa aman dan nyaman pada pesta demokrasi yang telah usai.

Istilah dilambung ditikungan sesungguh adalah istilah di warkop. Dijelaskan salah seorang penikmat kopi hitam, dalam sebuah balapan kata dia, ketika seorang pembalap terlalu luas mengambil haluan biasanya pembalap lainnya dapat menyalip dengan melambung kiri.

“Inilah yang dialami A. Mapparemma ia dilambung oleh caleg lainnya di tikungan,” ujar Cucang.

“Padahal yang melambung dan ungguli A. Maparemma itu masih tergolong kader kader muda Golkar dibawah kepeminpinan ketua Golkar Soppeng, Andi Kaswadi, pungkasnya. (AT)