Screenshot_2020_0421_140227_copy_700x400.jpg

Ditengah Terjepitnya Ekonomi Rakyat Akibat Pandemi, PLN Soppeng Makin Koarkan di Media Rasa Tak Prihatinnya

Soppeng Today – Ditengah tengah kesempitan ekonomi masyarakat Soppeng akibat Pandemi yang mengharuskan tinggal dirumah, pihak PLN cabang Soppeng pun berkoar koar di media yang mengandung unsur tak prihatin atas nasib yang dialami rakyat, Selasa (21/4/2020)

Seperti yang di lansir media Online Karebakita.com milik Buhari dengan judul, “Dampak Covid 19 Disoppeng, PLN: Pelanggan Telat, Kami Segel,”

Kata media ini, Soppeng Pandemi covid 19, mengakibatkan daya beli masyarakat ikut terpapar. Namun pihak PLN Cabang Soppeng Sulawesi Selatan tidak akan memberi kebijakan dan toleransi kepada pelanggan yang telat membayar sesuai dengan batas waktu,

Disampaikan Franklin spv PAD bidang pelayanan PLN Cabang Soppeng, Senin 20/4/2020 kemarin di media online Kareba Kita.com

“Pelanggang dengan daya 900 VA subsidi dan non subsidi keatas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), pembayaran tetap setiap tanggal 20 untuk pemakaian bulan lalu,” kata dia

kata Franklin lagi, pelanggan yang telat membayar pada tanggal 20 maka pihak PLN akan memberikan sanksi penyegelan.

Warga masyarakat Soppeng (Erna) menilai kekejaman yang ditunjukkan PLN ini tidak tepat ditengah pandemi ini sangat tidak tepat

“Sikap kekejaman ini tidak tepat, tepatnya hanya seandainya dijaman penjajahan belanda dan diluar musibah pandemi yang melanda Soppeng dan berdampak buruk pada perekonomian rakyat,” kata Erna.

“Lagi pula ini sangat tidak adil jika yang di gratiskan hanya pelanggan 500 watt dan potongan 900 yang bersubsidi dan tidak untuk yang non subsidi sedangkan semuanya terkena dampak pandemi Corona,” ungkapnya.

Menurutnya lagi, di Soppeng ada banyak ASN yang hanya menggunakan 500 watt dan bahkan ada yang hidupnya mapan tidak terdaftar sebagai warga miskin tapi gunakan 500 watt.

“Ada koq banyak saya tahu ASN guru, gajinya cukup besar juga dapat sertifikasi, gaji 13 dan lain lainnya lantas gratis karena hanya gunakan listrik 500 watt. Sementara kami yang non ASN kerja hari ini untuk makan besok tidak bisa kerja karena patuh dengan pemerintah, lantas, tidak ada potongan dan tidak ada kebijaksanaan dari PLN, PLN hanya mau langsung main segel saja, ini kan tidak adil namanya,” kesalnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Jokowi mengumumkan pembebasan listrik untuk 500 watt dan potongan 50 persen untuk pengguna 900 watt, namun Jokowi tidat menjelaskan secara terperinci bahwa yang akan diberikan hanya untuk pelanggan 900 watt yang bersubsidi hingga menimbulkan kekecewaan dikalangan masyarakat

“Jujur saja saya sangat kecewa dan saya rasa banyak yang kecewa,” cetusnya

“Tolong pak Jokowi kalau bicara mengeluarkan kebijakan yang jelas biar masyarakat tidak bingung. Jangan hanya angin angin segar yang ngambang dan akhirnya masyarakat jadi bingung dan kecewa khususnya kami yang awam ini,” pungkasnya. (Red)

Berikut pernyataan Presiden Jokowi yang diambil dari video youtube Tribun Video.com