IMG_20190215_144530

Bupati Soppeng Berharap, Media Kritik Tapi Membangun

Soppeng Today – Media yang mengkritik Pemerintahan agar tujuannya niatnya membangun. Bukan dengan etikad buruk dengan sengaja mencari cari kesalahan lalu di publikasikan apalagi hanya di motori adanya kepentingan yang tidak terakomodir.

Hal tersebut dikatakan Bupati Soppeng H A. Kaswadi Razak usai Audiens dengan PWI Soppeng yang membahas tentang anggaran media di Soppeng. Kamis Malam, (15/2/2019)

” Saya kira media dalam memberitakan harus berimbang sebagai bentuk Profesionalisme Wartawan dan sangat jelas bahwa media turut berperan dalam membangun dan mencerdaskan Bangsa,” kata A. Kaswadi.

” Olehnya itu, media diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat yang sifatnya mendidik dan mencerahkan tidak dengan informasi yang menyesatkan. Apalagi berita yang datangnya dari narasumber yang tidak berkompeten,” urainya.

“Diharapkan juga agar didalam pemberitaan memberikan ruang klarifikasi kepada pihak yang terkait agar berita tersebut berimbang dan tidak ada pihak yang merasakan di rugikan atas pemberitaan tersebut,” harap Bupati.

Bupati Soppeng menegaskan melalui Dinas Kominfo nantinya akan ditertibkan media media mana saja akan bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Soppeng dalam pemberitaan

“Pemerintah juga memiliki koridor aturan aturan yang tidak bisa dilanggar, kita juga nantinya akan melanggar jika menganggarkan media yang tidak memenuhi standar badan hukum yang diatur sesuai dalam UU dan penanggung jawabnya jelas,” pungkasnya.

Menanggapi ketegasan Bupati terhadap media, ketua PWI Soppeng Fast Rahmat Kami nyatakan sepaham dengan pendapat Bupati Soppeng

” Iya tentunya Pers harus berjalan sesuai dengan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers badan Hukumnya berbentuk PT bukan CV dan untuk anggota PWI sendiri saya sudah tegaskan, dalam pemberitaannya harus menciptakan karya Jurnalis yang sebenarnya,” kata Fast Rahmat.

Berita Terkini Seputar Soppeng, Berita Soppeng Terkini Semua Baca di Soppeng Info

“Apa itu karya Jurnalis, yakni, beritanya akurat dan berimbang, terkonfirmasi, nara sumbernya berkompeten, Kalau tidak memenuhi itu bisa saja akan berproses hukum ketika beritanya dianggap tidak merupakan karya Jurnalis,” pungkasnya. (AT)