IMG_20200508_152359_copy_700x375.jpg

Begini Jejak Perjalanan Lukman Hingga Dirinya Dinyatakan Positif

Soppeng Today – Lukman Guru SMAN 8 Malaka dalam wawancara via seluler dengan Soppeng Today meceritakan riwayat perjalanannya hingga dirinya dinyatakan Positf Covid – 19, Jumat 8/5/2020.

Lukman pada jurnalis media ini mengisahkan, pada awalnya namanya terdaftar sebagai peserta Ijtima Gowa, namun karena dipercepat penutupannya maka pada tanggal 20 Maret ia berangkat ke Makassar, tapi belum sempat merapat di Pakkatto sebagian besar peserta Ijtima Gowa sudah banyak yang pulang

Karena peserta sudah pada pulang kata Lukman melanjutkan kisahnya, maka ia hanya sempat bermalam di Makassar di Masjid Kerung-Kerung yang mana tempat itu merupakan markas jemaah Tablig se Sulawesi Selatan

“Magrib saya tiba di Makassar dan disitu (Masjid Kerung Kerung) memang saya banyak bergaul dengan teman teman jemaah, Besok subuhnya saya balik ke Soppeng dan semua jemaah balik ke Soppeng, tapi banyak lagi singgah istirahat di Masjid Lappae yang poros Malaka – LolloE,” kata Lukman mengisahkan

“Saya sebagai ketua pembangunan di Masjid itu harus melayani teman teman. Disitu ada jemaah dari Papua, Palu dan dari Soppeng sendiri jumlah keseluruhan berkumpul sekitar 50 orang. Yang dari Papua dan Palu sambil menunggu tiket pulang kami bergaul disitu selama 2 hari dua malam,” ujarnya.

Namun diakuinya, pada waktu itu jemaah yang ada dalam masjid itu mendapat pemeriksaan suhu dari tim medis kesehatan dan semua dinyatakan tidak ada masalah. Berjalan sekitar kurang lebih sebulan adalagi pemanggilan bagi jemaah tabligh yang pernah ke Gowa untuk diperiksa ulang. Dari hasil pemeriksaan rapid test itu ada yang positif ada yang negativ

“Namun waktu itu saya luput dari pemeriksaan rapid test tersebut. Akan tetapi pada saat lagi booming nya di media bahwa rapid test pak Sade yang dari Donri donri itu positif sedangkan saya sering berduaan dengan pak Sade membersihkan mesjid dan saya merasa bertanggung jawab maka saya be inisiatif menghubungi puskesmas Malaka untuk diperiksa juga Rapid Test” ungkap Lukman

Petugas Puskesmas imbuh Lukman, merespon dengan baik pengajuan saya untuk di rapid test, selang 2 jam kemudian keluarlah hasil rapid test saya dan dinyatakan positif, saat itu juga saya di arahkan ke posko tim medis penanggulangan covid untuk pengambilan Swab

“Berselang 4 hari kemudian keluarlah hasil swab saya dan dinyatakan positif, darisitulah sejak mulai pertama puasa saya lakukan isolasi mandiri dan saat sekarang ini (Jumat, 8/5/20) saya sudah dipindahkan di ruang isolasi Labkesda,” ujar Lukman.

Lukman menambahkan diantara rekan rekan jemaah lainnya yang berjumlah puluhan orang di Soppeng hanya dirinya yang dinyatakan positif

Sesuatu hal yang sangat penting dibeberkan Lukman bahwa aktivitasnya sekitar kurang lebih sebulan sebelum dirinya terungkap dinyatakan positif, aktivitasnya adalah di Sekolah, jualan dirumah dan di masa pandemi ini beberapa orang yang meninggal di Lapajung ia juga datang melayat dan sering bersama istrinya di kerumunan berbelanja di pasar

“Saya tidak tahu dimana saya terjangkit Virus, saya berjualan dirumah apakah orang yang datang berbelanja sebagai Silent Carrier virus, disaat pandemi beberapa orang yang meninggal saya juga datang melayat apakah disitu saya terpapar virus dan atau dikerumunan orang.karena saya bersama ibu sering ke pasar berbelanja,” kisahnya.

Menutup pembicaraannya, Lukman menyampaikan bahwa baru saja hasil swab istri dan anaknya keluar dan hasilnya Negatif.

Dari amatan Soppeng Today sekitar 10 menit pasien positif Lukman yang sementara berada di ruang isolasi Labkesda Soppeng ini, dalam wawancaranya dengan Soppeng today via seluler tidak terdengar ada batuk 1 kali pun, Lukman terdengar berbicara seperti layaknya orang normal biasa. (AT)