IMG20200928113700_copy_2778x1963

Askar Munir: Kampanye Kolom Kosong, Kampanye Sakit Hati

Soppeng Today – Sekertaris petugas kampanye Akar-LHD Askar Munir SE menyebut, orang yang mengkampanyekan kolom kosong adalah segelintir orang yang merasa sakit hati karena kepentingan pribadi yang tidak ter akomodir

“Kita sudah mendeteksi memang ada segelintir orang yang saat ini mengkampanyekan kolom kosong. Tapi kami menilai orang orang tersebut hanyalah membawa kepentingan pribadi bukan untuk kepentingan kemajuan pembangunan Kabupaten Soppeng,” jelasnya, Senin, 28/9/2020 di Kantor Golkar Soppeng.

“Kami paham itu, ada beberapa kepentingan pribadinya yang tidak ter akomodir sedangkan kepemimpinan Bupati A. Kaswadi bukan untuk golongan tapi untuk kepentingan masyarakat Soppeng secara umum,” tambah Askar Munir.

Asakar menambahkan, sebenarnya jika kita ingin melihat Kabupaten Soppeng maju dan berkembang, kita harus mengedepankan kepentingan umum untuk masyarakat Soppeng jadi maaf saja jika ada kepentingan pribadi seseorang yang tidak diakomodir, ungkap Askar.

Askar mencontohkan, belum pernah ada Bupati di Soppeng yang bisa menerapkan beasiswa ber prestasi mulai sekolah dasar sampai dengan S3 bahkan di biayai sampai ke luar negeri, pembangunan infrastruktur jalan yang di targetkan 100 kilo meter per tahun malah melebihi target, saat ini sudah melebih target mencapai lebih 600 kilo meter selama kepemimpinan A. Kaswadi, ucapnya.

Demikian juga dibidang kesehatan kata Askar, tiap kecamatan disiapkan mobil PSC untuk pelayanan kesehatan masyarakat, tiap kecamatan juga disiapkan mobil pemadam kebakaran

“Kota Soppeng kini bercahaya dari sebelumnya yang gulita,”

“Termasuk Masjid Agung Darussalam Soppeng, hanya Bupati Soppeng H. A.Kaswadi barulah masjid ini rampung dan berubah jadi megah,” paparnya.

“A. Kaswadi jadi bupati hanya ingin melihat Kabupaten Soppeng maju dan berkembang dan itu sudah dibuktikan pada priode pertamanya. Jadi maaf saja kalau ada yang sakit hati karena kepentingan pribadinya yang tidak ter akomodir apalagi kalau kepentingan tersebut itu tidak sesuai dengan aturan,” pungkasnya. (Red)