IMG_20181217_184831-700x400

A.Kaswadi: Saya Akan Jadikan Soppeng Benteng Pertahanan Budaya Nasional

Soppeng Today – Festival dan Seminar Lagaligo telah dibuka secara resmi oleh Gubernur yang di wakili oleh Asisten I di Waduk Ompo, Senin, 17/12/2018.

Pembukaan ini dihadiri oleh para Bupati dan Wali Kota, Gubernur Sulsel yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan, Rektor Unhas yang diwakili, Forkopimpa Soppeng serta tamu Manca Negara.

Melalui Asiaten 1 Pemerintahan Sulsel. Gubernur menyampaikan permohonan maaf karena tidak sempat hadir dalam Festival Lagaligo ini.

“Gubernur Sulsel meminta maaf tidak sempat hadir karena sekarang sedang berada di Jepan menghadiri kegiatan pertanian,”

Dikatakannya, Kegiatan ini menjadi penting karena akan menjadi seminar yang akan mengkaji Lagaligo yang merupakan epos yang terpanjang didunia yang mendapatkan Memory Of The World oleh Unesco.

Olehnya itu menurutnya, Festival Budaya Lagaligo perlu dilestarikan.

Sementara ditempat yang sama Perwakilan Rektor Unhas menyebutkan Soppeng adalah salahsatu suku yang menyimpan peradaban yang dibuktikan dengan adanya situs situs yang sudah berumur ribuan tahun di Soppeng.

Bupati Soppeng H A. Kaswadi Razak, SE dalam Sambutan mengatakan, Lagaligo adalah sebagai bentuk pelestarian nilai nilai Budaya Leluhur dalam menangkal pengatruh Budaya Asing

“Di era tekhnologi moderen ini tak lagi membawa kita pada nilai-nilai kearifan lokal. Budaya adat perilaku mengalami pergeseran, salahsatunya adalah didalam pergaulan masyarakat Bugis nilai-nilai kepatutan yang se yokgianya menempatkan sesuatu yang sewajarnya merupakan sesuatu hal yang patut menjadi perhatian kita sebab jika nilai budaya kearifan lokal tidak dipertahankan maka dapat berpotensi melahirkan perbedaan sikap,” ungkap H A. Kaswadi.

“Dalam masyarakat Bugis nilai seseorang ditentukan oleh tingkah laku dan tutur katanya, dalam lontara dikatakan bahwa Sadda Mappabate Ada, Ada Mappabate Gau, Gau Mappabate Tau, yang berarti bahwa, Suara menunjukkan perkataan, Perkataan menandakan perbuatan, perbuatan menunjukkan Manusia. Maksudnya adalah, seorang Manusia dapat diketahui baik buruknya dari tingkah lakunya yang sejalan dengan tutur katanya,” jelasnya.

Bupati Soppeng A. Kaswadi mengingatkan, jika seorang pemimpin memilik semangat dan ketulusan maka akan mampu melewati seluruh rintangan dan dia akan mampu mewujudkan semua yang diinginkan oleh rakyatnya

“Dan sebaliknya jika seorang pemimpin tidak memilik semangat dan ketulusan maka dia akan merusak apa yang sudah ada

“Inilah sebenarnya yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yang dapat kita baca dalam buku I Lagaligo,”

Dihadapan seluruh peserta yang hadir didalam pembukaan Festival Budaya Lagaligo ini Bupati Soppeng meminta ijin agar menjadikan Soppeng adalah benteng pertahanan Budaya Nasional.

Berita Terkini Seputar Soppeng Baca di Soppeng Info

“Saya memohon dukungan kepada semua pihak, saya akan menjadikan Soppeng adalah benteng pertahanan Budaya Nasional,” pungkas A. Kaswadi yang disambut tepuk tangan yang meriah oleh semua hadirin. (AT)