Screenshot_2019_0510_134816-700x400

A.Ayyub: Kalau Pasar Cabbeng Ada Indikasi Korupsi, Ex Bupati Soppeng Mesti Diperiksa

Soppeng Today – Aktivis Soppeng Soppeng Andi Ayyub yang kerap melakukan demo kritisi kebijakan dijaman pemerintahan mantan Bupati Soppeng Andi Soetomo yang dianggap melenceng mengungkapkan, “Kalau Pasar Cabbeng diduga ada Korupsi seharusnya Andi Soetomo mestinya diperiksa juga”. Jumat, 10/5/2019.

Pasalnya menurut Andi Ayyub pada saat kampanye dulu, Andi Soetomo getol koar koarkan bahwa dia telah membayar dan menyelesaikan terkait pendanaan pasar Cabbeng

“Andi Soetomo dulu kan koar koarkan, bahwa saya ini hanya membayar bayar terus (soal pasar Cabbeng.red),” kata dia, Jumat, 10/5/2019.

“Lalu kalau hal itu jadi soal, mana buktinya ucapannya apa,” tambah dia.

Menurut Ayyub terkait sebelum dibangun pasar Cabbeng dirinya tahu persis soal itu dan mengawal proses pekerjaan proyek pasar Cabbeng

“Setahu saya, pada tahun 2003 sebelum dibangun pasar Cabbeng datang seorang kontraktor yang sok kaya yakni Ambo Ala pemilik PT. Pelita Griya Asrimuda. Dia mengaku mampu bangun Pasar Cabbeng. Namun ditengah perjalanan pekerjaan tersebut mandek dengan alasan kontraktor kehabisan dana,” jelasnya.

Maka, lanjut Ayyub, terjadi pengambil alih “Obligasi” pihak kontraktor dipinjamkan dana oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk melanjutkan pembangunan Pasar Cabbeng pada jaman transisi Pemerintahan Andi Soetomo dari bupati sebelumnya tersebut.

Obligasi, jelas Andi Ayyub, adalah merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit Obligasi kepada pemegang Obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh trmpo pembayaran, papar Ayyub.

“Ini yang perlu kejelasan apakah benar Andi Soetomo membayar itu, seperti yng di getol getolkan saat Kampanye dulu. Makanya itu dia (A. Soetomo.red) perlu diperiksa apakah benar supaya ada kejelasan,” tegas A. Ayyub

“Jika benar ada mungkin unsur korupsi pada pembangunan pasar Cabbeng, itu terjadi pada jaman pemerintahan A. Soetomo dan sebelumnya,” ungkap Ayyub.

“Disini saya melihat kontraktornya yang lari dan tidak bertanggung jawab dijaman A. Soetomo itu,” imbuhnya

Menanggapi terkait apa yang beredar di berita berita sebelumya yang menyebut keterkaitan Bupati Soppeng dengan pasar Cabbeng

“Soal pengambil alihan pengelolaan pasar Cabbeng oleh Pemda Soppeng pada Tahun 2016 lalu, bisa jadi memang sudah melewati batas kontrak atau MOU yang sudah disepakati oleh pengembang dan Pemda dan tentu pengambil alihan itu sudah melalui kajian kajian sehingga Pemda menganggap perlu melakukan penyelamatan dengan mengambil alih pasar Cabbeng tersebut,” jelasnya.

Di tahun Politik akhir masa jabatan Bupati Soppeng H A. Kaswadi, Andi Ayyub menilai gejolak riak riak politik sudah mulai kelihatan

“Sepertinya riak riak politik 2020 sudah mulai kelihatan setelah terdiam selama 4 tahun,” pungkas A. Ayyub.

Kabid penganggaran di era pemerintahan A. Soetomo Dipa yang di konfirmasi terkait penganggaran pasar Cabbeng di belum bisa menjelaskan

“Saya dalam perjalanan ke Makasar. Belum bisa menjelaskan soal itu,” ringkasnya. (AT)