IMG_20180817_134441-700x400-525x300

5 Faktor Diduga Penyebab Kelangkaan Gas Elpiji di Soppeng

Opini: Berdasarkan Analisa Lapangan Penyebab Kelangkaan Gas Elpiji 3kg di Kabupaten Soppeng.
(Oleh, Soppeng Today, Hari Ini)

Soppeng Today – Kelangkaan Gas Elpiji 3kg cukup meresahkan warga. Pasalnya, sebagian masyarakat Soppeng sudah meninggalkan cara lama memasak dengan cara tradisional menggunakan kayu dan minyak tanah dan beralih ke penggunaan kompor serta gas yang di subsidi oleh pemerintah.

Keresahan yang menyelimuti warga Soppeng terlebih jelang Hari Raya idul Adha yang tinggal menghitung hari.

Banyak spekulasi pemikiran yang berkembang terkait kelangkaan Gas. Dan untuk Soppeng Today sendiri menduga faktor kelangkaan Gas penyebabnya ada 5 faktor yakni:

1. Oleh agen, terdapat pengurangan jatah untuk pangkalan. Beberapa pangkalan mengungkapkan bahwa jatah Gas dikurangi oleh Agen sampai 40%

2. Penyaluran Gas Subsidi tidak tepat sasaran. Kalangan pengusaha restoran/warung dan pengguna yang tergolong ekonomi menengah keatas yang seharusnya menggunakan Gas Elpiji 12kg non subsidi, akan tetapi faktanya, juga turut menggunakan Gas Elpiji subsidi 3kg dalam jumlah yang cukup besar.

3. Diduga ada pemanfaatan oleh oknum Bacaleg tertentu yang di indikasi akan menjadikan bentuk pencitraan disaat masyarakat membutuhkan dan memanfaatkan keresahan warga atas sulitnya menemukan gas Elpiji. (baru sebatas dugaan.red)

3. Diduga ada permainan tengkulak yang sengaja mengumpul Gas dan mengambil keuntungan dengan penjualan harga yang tidak wajar disaat Gas mendadak dibutuhkan oleh warga.

4. Pompanisasi, disaat musim kemarau ini, banyak petani kita yang menjadikan bahan Gas Elpiji sebagai pengganti BBM untuk perairan persawahan.

5. Kurang pengawasan dan kontrol dari pemerintah atas Regulasi yang sudah diatur dan ditetapkan sehingga tidak jelas arah penyaluran Gas Elpiji yang nota bene Bersubsidi.

Langkah solusi yang sebaiknya diambil oleh pihak terkait adalah:

Mengatur, kontrol dan pengawasan, serta memperjelas Kuota yang dibututuhkan oleh masyarakat Kabupaten Soppeng sangat dibutuhkan.

Aparat penegak hukum dalam hal ini penegak Perda, yakni, Satpol PP Soppeng bersinergi dengan Polres Soppeng harus berani mengambil tindakan tegas terkait ketetapan harga Gas Elpiji Subsidi 3kg yang sudah diatur dalam Perbup Soppeng Nomor 9 Tahun 2015. Tentang harga eceran terrtinggi (HET) Gas Elpiji 3kg, yaitu, harga Agen 14 ribu, harga Pangkalan 16 ribu.

Sebabnya, jika ini dibiarkan maka, akan menjadi bisnis yang menggiur oleh orang atau kelompok tertentu dan dampaknya masyarakat pengguna yang dirugikan.

Bukan tanpa dasar akan tetapi sangat jelas diatur dalam UU. Yaitu, UU No.5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang sudah masuk pada Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor. 33 tambahan LNRI No.3817

UU No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen (Lembaran Negara Tahun 1999 No. 42. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No.3821

UU Nomor. 22 Tahun 2001 tentang minyak gas dan bumi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 No.136.

UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang kepala daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244 dan seterusnya.

Masyakat tentunya berharap agar polemik mengenai kelangkaan Gas Elpiji 3kg cepat berakhir.

Operasi Pasar saja tidak cukup menjadi solusi maksimal dalam menanggulangi permasalahan kelangkaan Gad Elpiji.

Berita Terkini Seputar Soppeng Semua Ada di> Soppeng Info

Tinggalkan Balasan